
Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta
Maya Sujiman · Sedang Diperbarui · 127.1k Kata
Pendahuluan
Selama tiga tahun itu, seluruh harga diriku terkikis habis.
Setelah bebas, keadaan keluarganya sudah porak-poranda. Tanpa tempat tinggal, aku terpaksa menjadi seorang hostes kelab malam yang hina.
Takdir mempertemukan aku dan Handi lagi.
Dia memandangi rok miniku yang mengumbar dengan tatapan dingin, meremas erat pinggangku, dan berkata dengan suara bergetar penuh amarah, “Aisyah, siapa yang mengizinkanmu bekerja di tempat seperti ini?”
Aku menyunggingkan senyum menggoda, merayunya. “Tuan, mau beli sebotol anggur? Dan… malam ini aku sepenuhnya milik Tuan.”
Bab 1
Di ruang sidang yang sunyi dan mencekam, suara palu hakim menghantam meja dengan keras.
Tok!
Suara itu diikuti oleh nada bicara seorang pria yang rendah, dingin, dan menusuk tulang.
"Berdasarkan hasil persidangan, terdakwa Aisyah Nurhaliza terbukti secara sah dan meyakinkan telah menghasut orang lain untuk melakukan kekerasan seksual terhadap korban, Indira Wijaya, yang mengakibatkan luka berat. Fakta kejahatan telah terbukti, dan berdasarkan undang-undang yang berlaku, terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun."
"Terdakwa Aisyah Nurhaliza, apakah ada yang ingin Anda sampaikan?"
Tatapan Handi Hananto menghunus tajam dari kejauhan, layaknya sebilah belati dingin. Saat pandangan mereka bertemu, Aisyah merasa jantungnya seperti diiris sembilu hingga berdarah-darah. Pria yang dia cintai selama tujuh tahun, kini dengan mulutnya sendiri membacakan vonis hukumannya.
Padahal, Handi tahu betul bahwa bukti-bukti yang menyudutkannya itu penuh kejanggalan. Namun, hanya karena kesaksian sepihak dari Indira Wijaya, wanita yang dicintainya, Handi tega menghukumnya.
Aisyah mencengkeram erat meja kayu di hadapannya hingga buku-buku jarinya memutih. Saat dia membuka mulut, suaranya terdengar sangat parau.
"Bukan aku ... aku tidak pernah melakukan hal-hal itu! Handi, tolong percayalah padaku."
Tok!
Palu hakim kembali diketuk, memotong ucapannya. Suara Handi kini terdengar lebih penuh kebencian dibandingkan sebelumnya.
"Jaga sikap Anda. Jangan panggil nama saya. Anda bilang Anda tidak melakukannya, apakah Anda punya bukti?"
"Atau, apakah Anda sedang meragukan integritas pengadilan ini?"
Begitu kalimat itu terlontar, hampir seluruh pasang mata di ruang sidang menatap sinis ke arah Aisyah.
Handi Hananto, Hakim Ketua termuda di seluruh Jakarta. Kasus yang ditanganinya tidak pernah meleset.
Keadilan? Dia duduk di sana, dialah personifikasi dari keadilan itu sendiri.
Kasus ini, sejatinya sudah berakhir bahkan sebelum Handi membacakan vonisnya. Apa pun yang dikatakan Aisyah sekarang hanyalah sia-sia.
Bahkan tanpa perlu Handi memberi perintah lagi, petugas kejaksaan langsung maju, menyeret Aisyah keluar dari kursi terdakwa.
"Saya ingin bicara dengan Handi Hananto."
Sepanjang jalan menuju sel tahanan sementara, Aisyah membisu. Baru ketika gerbang besi penjara hendak ditutup, dia bersuara dengan serak.
Yang Aisyah dapatkan hanyalah cibiran dari sipir penjara.
"Sekarang baru tahu rasa takut? Sudah terlambat."
"Nona Nurhaliza pasti pernah dengar bagaimana nasib pelaku kekerasan seksual di dalam penjara, apalagi dalang utamanya sepertimu. Cih."
Dengusan dingin itu menjadi pertanda buruk bagi kehidupan penjara yang akan dijalani Aisyah mulai hari ini. Aisyah hanya bisa menggigit bibirnya, menahan gemetar.
"Saya harus bertemu Handi Hananto. Kalau tidak, saya akan membeberkan kepada seluruh dunia bahwa Hakim Handi Hananto telah melakukan malpraktik peradilan."
Aisyah tidak habis pikir, mengapa Handi tega melakukan ini padanya? Mengapa pria itu rela mempertaruhkan karier cemerlangnya hanya untuk menjebloskannya ke penjara?
Sebegitu cintanya dia pada Indira Wijaya? Lalu bagaimana dengan dirinya? Dianggap apa dia selama ini?
Tiga jam kemudian, Aisyah akhirnya berhasil menemui Handi di ruang kunjungan khusus.
Pria itu sudah menanggalkan jubah hakimnya yang melambangkan keagungan hukum. Kini Handi Hananto mengenakan setelan jas bespoke yang dijahit sempurna, membuatnya tampak semakin tinggi, tegap, dan mengintimidasi.
"Kamu mencariku, kuharap ini benar-benar penting."
Hati Aisyah kembali terasa nyeri.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku? kamu tahu betul, bukti-bukti itu hanya rekayasa ...."
Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Handi memotong dengan dingin.
"Maksudmu, aku telah memfitnahmu?"
"Saat Indira sadar, dia sendiri yang mengatakan bahwa para pelaku itu meneriakkan namamu saat menyiksanya. Bagaimana kau menjelaskan itu?"
Mata Aisyah terbelalak kaget. "Aku tidak melakukannya! Aku sama sekali tidak mengenal preman-preman itu! Dan lagi ...."
Selama bertahun-tahun ini, dia selalu mengejar-ngejar Handi. Siapa di Jakarta yang tidak tahu bahwa putri Keluarga Nurhaliza adalah pemuja setia Handi Hananto? Tidak heran jika orang-orang jahat itu tahu namanya. Itu sama sekali tidak cukup kuat untuk dijadikan bukti hukum!
"Sudah sampai tahap ini, kamu masih saja menyangkal."
Entah kapan Handi bergerak, tiba-tiba pria itu sudah berdiri di hadapannya. Tangan besarnya mencengkeram dagu Aisyah dengan kasar.
Aisyah terpaksa mendongak, menatap langsung ke dalam mata pria itu yang penuh kilatan amarah.
"Selama ini, kamu terus menggangguku, cemburu pada perhatianku ke Indira, dan melakukan hal-hal licik di belakangku."
"Indira sudah memohon padaku untuk mengampunimu, makanya aku tidak mempermasalahkan gangguanmu sebelumnya. Tapi aku tidak menyangka, hatimu ternyata sebusuk ini!"
Setelah berkata demikian, Handi menghempaskan wajah Aisyah dengan jijik.
"Hal yang paling kubenci adalah orang-orang sepertimu. Orang yang menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi."
Dengan tangan dan kaki yang terbelenggu borgol, Aisyah jatuh terduduk di lantai dengan menyedihkan. Namun, rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan seperseribu rasa sakit di hatinya.
"Handi, jadi selama ini, begitulah caramu memandangku? Lalu kenapa kamu setuju bertunangan denganku?"
Aisyah mengira, kesediaan Handi untuk bertunangan berarti pria itu memiliki sedikit perasaan khusus padanya.
Namun sekarang, bahkan kesempatan untuk menjelaskan pun tidak diberikan.
"Itu hanya pernikahan bisnis. Aku hanya tidak menyangka, rekan bisnisku ternyata begitu merepotkan." Nada bicara Handi penuh dengan kejenuhan.
"Setelah kejadian ini, sandiwara ini harus diakhiri. Aku tidak akan menikahi seorang kriminal."
"Dan beberapa hari lagi, anggota Keluarga Nurhaliza yang lain akan masuk ke sini untuk menemanimu."
Aisyah belum sepenuhnya pulih dari pukulan batin sebelumnya, ketika kalimat terakhir itu menghantamnya seperti petir. Dia terpaku.
"Apa maksudmu?"
Handi menatapnya rendah, seolah melihat kotoran. "Keluarga Nurhaliza terlibat kejahatan finansial dan pencucian uang. Buktinya sudah lengkap. Tiga hari lagi, aku sendiri yang akan memimpin sidangnya."
"Handi Hananto!" Aisyah tertatih-tatih bangkit dari lantai, rasa tidak terima di hatinya berubah menjadi amarah yang meledak-ledak.
"Kalau kamu benci padaku, lampiaskan saja padaku! Jangan bawa-bawa keluargaku! Keluarga Nurhaliza setiap tahun rajin beramal, kami membangun bisnis dengan jujur, mana mungkin terlibat kejahatan finansial?!"
"Kamu hanya ingin aku mengaku dan menderita, kan? Perlu sampai menggunakan cara kotor seperti ini?"
Wajah Handi tetap datar tanpa ekspresi. Teriakan dan pertanyaan Aisyah bagaikan angin lalu baginya.
Aisyah mengertakkan gigi, lalu seperti orang gila, dia menerjang maju dan menarik kerah jas mahal pria itu.
"Kenapa?! Kenapa kamu tega sekali padaku! Apa salahku? Hanya karena aku mencintaimu, aku harus dihukum seberat ini?"
"Handi Hananto, kamu yang selalu membanggakan keadilan, kenapa khusus padaku kamu begitu tidak adil!"
Dia hanya mencintai seseorang, apa itu sebuah dosa?
"Berhenti! Jangan bergerak!"
Pintu ruangan terbuka kasar dari luar. Dua orang sipir mendengar keributan dan bergegas masuk dengan siaga.
"Pak Hakim, Anda baik-baik saja? Kami akan segera membawa tahanan ini kembali."
Tanpa menunggu jawaban, kedua sipir itu langsung mencengkeram lengan kiri dan kanan Aisyah, menyeretnya keluar.
Ruangan itu kembali sunyi. Handi Hananto berdiri sendirian di tengah ruangan. Tatapan mata Aisyah yang penuh amarah dan kepedihan masih terbayang-bayang di benaknya.
Perasaan aneh yang tak bisa dijelaskan tiba-tiba menyeruak di dadanya.
Tiba-tiba, pintu kembali terbuka. Seorang pria paruh baya masuk. Dia adalah ayah kandung Indira Wijaya, sekaligus orang kepercayaan yang bekerja di bawah pengaruh Handi.
"Terima kasih banyak, Pak Handi, sudah membela Indira. Hanya saja ... saya dengar Aisyah Nurhaliza hanya divonis tiga tahun."
Pria itu tampak tidak puas dengan masa hukuman Aisyah.
Handi menyipitkan mata, menekan emosi yang sempat muncul tadi, lalu melirik pria itu dengan datar.
"Ada masalah?"
Mata pria itu memerah. "Kasus ini sudah tersebar luas, bagaimana nasib Indira nanti ... reputasinya ...."
Kening Handi sedikit berkerut, tetapi nadanya tetap tenang tanpa riak.
"Masalah ini terjadi juga karena saya. Saya akan menikahi Indira. Apa pun yang dia inginkan, akan saya berikan."
Wajah pria tua itu seketika cerah.
Penjara Wanita.
Baru saja Aisyah melangkah masuk ke dalam sel barunya, dia langsung dikepung oleh beberapa narapidana wanita.
"Wah, ini dia si anak baru. Kudengar dia masuk karena jadi otak pemerkosaan. Korbannya kekasih Hakim Handi pula. Nyalinya besar juga!"
Setelah melewati semua kejadian hari ini, hati Aisyah sudah mati rasa, sekeras baja. Dia berpura-pura tidak mendengar dan berjalan lurus menuju ranjang jatahnya.
"Heh, jangan sok suci kamu! Berani-beraninya menyentuh wanitanya Pak Hakim! Ayo! Hari ini kita kasih dia pelajaran!"
Begitu pemimpin geng itu memberi aba-aba, para tahanan lain langsung menyerbu Aisyah.
Aisyah, yang juga memendam amarah yang tak tersalurkan, memilih untuk melawan meskipun dia tahu dia kalah jumlah.
Namun sayang, tenaga satu orang tidak bisa melawan keroyokan. Hanya sempat membalas dua kali dorongan, Aisyah sudah dibanting ke lantai beton yang dingin oleh beberapa wanita bertubuh kekar.
Suara tamparan keras bergema silih berganti di dalam sel yang pengap itu.
Plak! Plak!
Kesadaran Aisyah perlahan mulai kabur.
Sebelum dia pingsan sepenuhnya, hanya ada satu tekad yang tersisa di benaknya. Apa pun yang terjadi, Aisyah harus bertahan hidup. Masih ada ayah, ibu, dan kakaknya yang menunggunya pulang.
Bab Terakhir
#100 Bab [101] Mengirim Buah untuk Tuan Muda
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#99 Bab [100] Sekarang Tahu Tidak Diizinkan
Terakhir Diperbarui: 4/29/2026#98 Bab [99] Jika Aku Pun Tidak Bisa
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#97 Bab [98] Tidak Suka Lagi
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#96 Bab [97] Apakah Tiga Tahun Lama?
Terakhir Diperbarui: 5/22/2026#95 Bab [96] Otoriter
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#94 Bab [95] Kesadaran Diri
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#93 Bab [94] Boleh Dicoba Pakai?
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#92 Bab [93] Bukankah Kamu Harus Bertanggung Jawab?
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#91 Bab [92] Tidak Akan Menahan Lagi
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Kecintaan Satu Malam
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Kesayangan CEO
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Mami, Papi Memintamu Kembali
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”












