
Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta
Maya Sujiman · Sedang Diperbarui · 127.1k Kata
Pendahuluan
Selama tiga tahun itu, seluruh harga diriku terkikis habis.
Setelah bebas, keadaan keluarganya sudah porak-poranda. Tanpa tempat tinggal, aku terpaksa menjadi seorang hostes kelab malam yang hina.
Takdir mempertemukan aku dan Handi lagi.
Dia memandangi rok miniku yang mengumbar dengan tatapan dingin, meremas erat pinggangku, dan berkata dengan suara bergetar penuh amarah, “Aisyah, siapa yang mengizinkanmu bekerja di tempat seperti ini?”
Aku menyunggingkan senyum menggoda, merayunya. “Tuan, mau beli sebotol anggur? Dan… malam ini aku sepenuhnya milik Tuan.”
Bab 1
Di ruang sidang yang sunyi dan mencekam, suara palu hakim menghantam meja dengan keras.
Tok!
Suara itu diikuti oleh nada bicara seorang pria yang rendah, dingin, dan menusuk tulang.
"Berdasarkan hasil persidangan, terdakwa Aisyah Nurhaliza terbukti secara sah dan meyakinkan telah menghasut orang lain untuk melakukan kekerasan seksual terhadap korban, Indira Wijaya, yang mengakibatkan luka berat. Fakta kejahatan telah terbukti, dan berdasarkan undang-undang yang berlaku, terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun."
"Terdakwa Aisyah Nurhaliza, apakah ada yang ingin Anda sampaikan?"
Tatapan Handi Hananto menghunus tajam dari kejauhan, layaknya sebilah belati dingin. Saat pandangan mereka bertemu, Aisyah merasa jantungnya seperti diiris sembilu hingga berdarah-darah. Pria yang dia cintai selama tujuh tahun, kini dengan mulutnya sendiri membacakan vonis hukumannya.
Padahal, Handi tahu betul bahwa bukti-bukti yang menyudutkannya itu penuh kejanggalan. Namun, hanya karena kesaksian sepihak dari Indira Wijaya, wanita yang dicintainya, Handi tega menghukumnya.
Aisyah mencengkeram erat meja kayu di hadapannya hingga buku-buku jarinya memutih. Saat dia membuka mulut, suaranya terdengar sangat parau.
"Bukan aku ... aku tidak pernah melakukan hal-hal itu! Handi, tolong percayalah padaku."
Tok!
Palu hakim kembali diketuk, memotong ucapannya. Suara Handi kini terdengar lebih penuh kebencian dibandingkan sebelumnya.
"Jaga sikap Anda. Jangan panggil nama saya. Anda bilang Anda tidak melakukannya, apakah Anda punya bukti?"
"Atau, apakah Anda sedang meragukan integritas pengadilan ini?"
Begitu kalimat itu terlontar, hampir seluruh pasang mata di ruang sidang menatap sinis ke arah Aisyah.
Handi Hananto, Hakim Ketua termuda di seluruh Jakarta. Kasus yang ditanganinya tidak pernah meleset.
Keadilan? Dia duduk di sana, dialah personifikasi dari keadilan itu sendiri.
Kasus ini, sejatinya sudah berakhir bahkan sebelum Handi membacakan vonisnya. Apa pun yang dikatakan Aisyah sekarang hanyalah sia-sia.
Bahkan tanpa perlu Handi memberi perintah lagi, petugas kejaksaan langsung maju, menyeret Aisyah keluar dari kursi terdakwa.
"Saya ingin bicara dengan Handi Hananto."
Sepanjang jalan menuju sel tahanan sementara, Aisyah membisu. Baru ketika gerbang besi penjara hendak ditutup, dia bersuara dengan serak.
Yang Aisyah dapatkan hanyalah cibiran dari sipir penjara.
"Sekarang baru tahu rasa takut? Sudah terlambat."
"Nona Nurhaliza pasti pernah dengar bagaimana nasib pelaku kekerasan seksual di dalam penjara, apalagi dalang utamanya sepertimu. Cih."
Dengusan dingin itu menjadi pertanda buruk bagi kehidupan penjara yang akan dijalani Aisyah mulai hari ini. Aisyah hanya bisa menggigit bibirnya, menahan gemetar.
"Saya harus bertemu Handi Hananto. Kalau tidak, saya akan membeberkan kepada seluruh dunia bahwa Hakim Handi Hananto telah melakukan malpraktik peradilan."
Aisyah tidak habis pikir, mengapa Handi tega melakukan ini padanya? Mengapa pria itu rela mempertaruhkan karier cemerlangnya hanya untuk menjebloskannya ke penjara?
Sebegitu cintanya dia pada Indira Wijaya? Lalu bagaimana dengan dirinya? Dianggap apa dia selama ini?
Tiga jam kemudian, Aisyah akhirnya berhasil menemui Handi di ruang kunjungan khusus.
Pria itu sudah menanggalkan jubah hakimnya yang melambangkan keagungan hukum. Kini Handi Hananto mengenakan setelan jas bespoke yang dijahit sempurna, membuatnya tampak semakin tinggi, tegap, dan mengintimidasi.
"Kamu mencariku, kuharap ini benar-benar penting."
Hati Aisyah kembali terasa nyeri.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku? kamu tahu betul, bukti-bukti itu hanya rekayasa ...."
Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Handi memotong dengan dingin.
"Maksudmu, aku telah memfitnahmu?"
"Saat Indira sadar, dia sendiri yang mengatakan bahwa para pelaku itu meneriakkan namamu saat menyiksanya. Bagaimana kau menjelaskan itu?"
Mata Aisyah terbelalak kaget. "Aku tidak melakukannya! Aku sama sekali tidak mengenal preman-preman itu! Dan lagi ...."
Selama bertahun-tahun ini, dia selalu mengejar-ngejar Handi. Siapa di Jakarta yang tidak tahu bahwa putri Keluarga Nurhaliza adalah pemuja setia Handi Hananto? Tidak heran jika orang-orang jahat itu tahu namanya. Itu sama sekali tidak cukup kuat untuk dijadikan bukti hukum!
"Sudah sampai tahap ini, kamu masih saja menyangkal."
Entah kapan Handi bergerak, tiba-tiba pria itu sudah berdiri di hadapannya. Tangan besarnya mencengkeram dagu Aisyah dengan kasar.
Aisyah terpaksa mendongak, menatap langsung ke dalam mata pria itu yang penuh kilatan amarah.
"Selama ini, kamu terus menggangguku, cemburu pada perhatianku ke Indira, dan melakukan hal-hal licik di belakangku."
"Indira sudah memohon padaku untuk mengampunimu, makanya aku tidak mempermasalahkan gangguanmu sebelumnya. Tapi aku tidak menyangka, hatimu ternyata sebusuk ini!"
Setelah berkata demikian, Handi menghempaskan wajah Aisyah dengan jijik.
"Hal yang paling kubenci adalah orang-orang sepertimu. Orang yang menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi."
Dengan tangan dan kaki yang terbelenggu borgol, Aisyah jatuh terduduk di lantai dengan menyedihkan. Namun, rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan seperseribu rasa sakit di hatinya.
"Handi, jadi selama ini, begitulah caramu memandangku? Lalu kenapa kamu setuju bertunangan denganku?"
Aisyah mengira, kesediaan Handi untuk bertunangan berarti pria itu memiliki sedikit perasaan khusus padanya.
Namun sekarang, bahkan kesempatan untuk menjelaskan pun tidak diberikan.
"Itu hanya pernikahan bisnis. Aku hanya tidak menyangka, rekan bisnisku ternyata begitu merepotkan." Nada bicara Handi penuh dengan kejenuhan.
"Setelah kejadian ini, sandiwara ini harus diakhiri. Aku tidak akan menikahi seorang kriminal."
"Dan beberapa hari lagi, anggota Keluarga Nurhaliza yang lain akan masuk ke sini untuk menemanimu."
Aisyah belum sepenuhnya pulih dari pukulan batin sebelumnya, ketika kalimat terakhir itu menghantamnya seperti petir. Dia terpaku.
"Apa maksudmu?"
Handi menatapnya rendah, seolah melihat kotoran. "Keluarga Nurhaliza terlibat kejahatan finansial dan pencucian uang. Buktinya sudah lengkap. Tiga hari lagi, aku sendiri yang akan memimpin sidangnya."
"Handi Hananto!" Aisyah tertatih-tatih bangkit dari lantai, rasa tidak terima di hatinya berubah menjadi amarah yang meledak-ledak.
"Kalau kamu benci padaku, lampiaskan saja padaku! Jangan bawa-bawa keluargaku! Keluarga Nurhaliza setiap tahun rajin beramal, kami membangun bisnis dengan jujur, mana mungkin terlibat kejahatan finansial?!"
"Kamu hanya ingin aku mengaku dan menderita, kan? Perlu sampai menggunakan cara kotor seperti ini?"
Wajah Handi tetap datar tanpa ekspresi. Teriakan dan pertanyaan Aisyah bagaikan angin lalu baginya.
Aisyah mengertakkan gigi, lalu seperti orang gila, dia menerjang maju dan menarik kerah jas mahal pria itu.
"Kenapa?! Kenapa kamu tega sekali padaku! Apa salahku? Hanya karena aku mencintaimu, aku harus dihukum seberat ini?"
"Handi Hananto, kamu yang selalu membanggakan keadilan, kenapa khusus padaku kamu begitu tidak adil!"
Dia hanya mencintai seseorang, apa itu sebuah dosa?
"Berhenti! Jangan bergerak!"
Pintu ruangan terbuka kasar dari luar. Dua orang sipir mendengar keributan dan bergegas masuk dengan siaga.
"Pak Hakim, Anda baik-baik saja? Kami akan segera membawa tahanan ini kembali."
Tanpa menunggu jawaban, kedua sipir itu langsung mencengkeram lengan kiri dan kanan Aisyah, menyeretnya keluar.
Ruangan itu kembali sunyi. Handi Hananto berdiri sendirian di tengah ruangan. Tatapan mata Aisyah yang penuh amarah dan kepedihan masih terbayang-bayang di benaknya.
Perasaan aneh yang tak bisa dijelaskan tiba-tiba menyeruak di dadanya.
Tiba-tiba, pintu kembali terbuka. Seorang pria paruh baya masuk. Dia adalah ayah kandung Indira Wijaya, sekaligus orang kepercayaan yang bekerja di bawah pengaruh Handi.
"Terima kasih banyak, Pak Handi, sudah membela Indira. Hanya saja ... saya dengar Aisyah Nurhaliza hanya divonis tiga tahun."
Pria itu tampak tidak puas dengan masa hukuman Aisyah.
Handi menyipitkan mata, menekan emosi yang sempat muncul tadi, lalu melirik pria itu dengan datar.
"Ada masalah?"
Mata pria itu memerah. "Kasus ini sudah tersebar luas, bagaimana nasib Indira nanti ... reputasinya ...."
Kening Handi sedikit berkerut, tetapi nadanya tetap tenang tanpa riak.
"Masalah ini terjadi juga karena saya. Saya akan menikahi Indira. Apa pun yang dia inginkan, akan saya berikan."
Wajah pria tua itu seketika cerah.
Penjara Wanita.
Baru saja Aisyah melangkah masuk ke dalam sel barunya, dia langsung dikepung oleh beberapa narapidana wanita.
"Wah, ini dia si anak baru. Kudengar dia masuk karena jadi otak pemerkosaan. Korbannya kekasih Hakim Handi pula. Nyalinya besar juga!"
Setelah melewati semua kejadian hari ini, hati Aisyah sudah mati rasa, sekeras baja. Dia berpura-pura tidak mendengar dan berjalan lurus menuju ranjang jatahnya.
"Heh, jangan sok suci kamu! Berani-beraninya menyentuh wanitanya Pak Hakim! Ayo! Hari ini kita kasih dia pelajaran!"
Begitu pemimpin geng itu memberi aba-aba, para tahanan lain langsung menyerbu Aisyah.
Aisyah, yang juga memendam amarah yang tak tersalurkan, memilih untuk melawan meskipun dia tahu dia kalah jumlah.
Namun sayang, tenaga satu orang tidak bisa melawan keroyokan. Hanya sempat membalas dua kali dorongan, Aisyah sudah dibanting ke lantai beton yang dingin oleh beberapa wanita bertubuh kekar.
Suara tamparan keras bergema silih berganti di dalam sel yang pengap itu.
Plak! Plak!
Kesadaran Aisyah perlahan mulai kabur.
Sebelum dia pingsan sepenuhnya, hanya ada satu tekad yang tersisa di benaknya. Apa pun yang terjadi, Aisyah harus bertahan hidup. Masih ada ayah, ibu, dan kakaknya yang menunggunya pulang.
Bab Terakhir
#100 Bab [101] Mengirim Buah untuk Tuan Muda
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#99 Bab [100] Sekarang Tahu Tidak Diizinkan
Terakhir Diperbarui: 4/29/2026#98 Bab [99] Jika Aku Pun Tidak Bisa
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#97 Bab [98] Tidak Suka Lagi
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#96 Bab [97] Apakah Tiga Tahun Lama?
Terakhir Diperbarui: 5/22/2026#95 Bab [96] Otoriter
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#94 Bab [95] Kesadaran Diri
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#93 Bab [94] Boleh Dicoba Pakai?
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#92 Bab [93] Bukankah Kamu Harus Bertanggung Jawab?
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#91 Bab [92] Tidak Akan Menahan Lagi
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Mami, Papi Memintamu Kembali
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Kesayangan CEO
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Kesempatan Kedua Sang Miliarder
Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.
McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.
Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Ayah Sahabat Terbaikku
Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.
Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.
Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?
Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Foxy Wife
Cinta bukanlah perioritas hidup Deby. Satu hal yang ditekankan, ia bukan perempuan nakal, orang terjepit hidup ataupun menjual diri.
Hanya melihat 'peruntungan' hubungan bersama seorang presdir Alzero Corp. Terikat penuh ke balas dendam.
Hidup sederhana cukup, Deby tak mengharapkan hal lain.
Menjadi istri diatas kertas adalah sebab ia mau. Sementara licik, licin dan perempuan ular bukanlah pilihan terakhir.
Deby sendiri yang memposisikan diri sendiri. So..., hit with that do. Done.
Zenit Alzero pun bukan orang yang terjebak, ia yang menawarkan. Tak ada dusta antara mereka.
Deby seorang anak dari mafia yang punya dendam ke keluarga Arnais, sepupu Zenit Alzero. Deby menikah ke Zen adalah untuk akses balas dendamnya.
Bagaimana jadinya Devil bertemu evil?
Akankah hubungan mereka berjalan baik?
Semua adalah kisah cinta dan balas dendam. bisakah cinta sejati mempersatukan mereka?
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?












