Cepat, CEO! Kejar Mantan yang Kabur!

Cepat, CEO! Kejar Mantan yang Kabur!

Linda Lim · Sedang Diperbarui · 135.9k Kata

947
Populer
950
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Aku mengikutinya sejak usiaku delapan belas tahun, selalu yakin bahwa aku berbeda dari yang lain.
Hingga kemudian, ia membawa pulang seorang gadis. Pemalu, penakut, persis seperti diriku dulu.
Menyaksikannya membanjiri gadis itu dengan segala perhatian yang pernah ia tahan untukku, barulah aku tersadar: aku tak pernah menjadi keistimewaan. Dialah satu-satunya.
Pada tahun kesepuluh mengikutinya, dengan hati yang luka tapi mantap, aku memilih untuk pergi.

Bab 1

Hari ini keluarga besar Lukman mengadakan makan malam di rumah. Di meja makan, beberapa lelaki yang duduk mengelilingi meja tak henti-hentinya melirik ke arah Melati Handayani.

Di bawah meja, tanpa ada yang sadar, Adrian Lukman sudah mengait pelan betis Melati dengan ujung sepatunya.

Melihat Melati tersenyum basa-basi pada lelaki lain, berpura-pura ramah seolah semuanya baik-baik saja, yang ada di benak Adrian cuma satu, kalau bisa dia ingin menelanjangi perempuan itu saat itu juga dan menghabisinya sampai tak bersisa.

Melati tersentak kecil, hampir saja garpu di tangannya terjatuh ke piring.

Dia buru-buru berdiri, mencari alasan, berkata pelan kalau dia mau ke kamar mandi. Adrian juga langsung ikut berdiri, seolah hanya kebetulan, lalu menyusul ke lantai atas dan mengurungnya di salah satu kamar.

Melati menahan dadanya dengan telapak tangan, berdiri di depan Adrian. “Adrian, jangan.”

“Menurut kamu aku nggak bisa?”

Mata Adrian menyipit, sudut bibirnya terangkat dengan senyum yang penuh makna sekaligus sangat tidak sopan.

Di punggung Melati ada satu tahi lalat merah, tepat di bawah tengkuk. Setiap kali dia menunduk, tahi lalat itu akan tampak sebentar lalu menghilang lagi di balik kerah, dan setiap melihatnya, tenggorokan Adrian seperti kering kerontang.

“Pak Adrian, jangan di sini ....”

“Diam.”

Menurutnya, Melati sudah terlalu banyak bicara. Dia menarik paksa kancing bajunya yang berderet-deret sampai terlepas, menekan tubuh Melati ke daun pintu, lalu membenamkan kepala dan menggigit keras tahi lalat merah itu, sementara pinggulnya menghantam tanpa ampun.

Mata Melati memerah, bibir bawah nyaris digigit sampai putus. Dia menahan diri sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara apa pun.

Namun, malam itu Adrian seperti orang kalap. Tubuh Melati sampai terhuyung, dunia di sekelilingnya berputar-putar, dan akhirnya, dari sela gigi dan bibirnya juga lolos desahan pelan yang tidak bisa dia kendalikan.

Begitu mendengar suara itu, Adrian bukannya malah berhenti, justru makin menjadi-jadi. Dia kembali menghantamnya lagi.

Sampai tiba-tiba, dari bagian bawah perut Melati menjalar nyeri yang tajam, menusuk. Dia panik dan berusaha mendorong tubuh lelaki di belakangnya sekuat tenaga.

“Adrian, sakit!”

Suaranya bergetar, bercampur nada memohon. Namun, Adrian sama sekali tidak menghiraukan.

Pada akhirnya, satu-satunya yang bisa Melati lakukan adalah menggigit.

“Ah—sial ....”

Rasa perih di lidah membuat Adrian tersadar. Dia mendelik tak terima ke arah Melati. “Kamu…!”

Belum sempat lanjut memaki, hidungnya tiba-tiba menangkap bau anyir. Melati memegangi perut, pelan-pelan berjongkok di lantai.

Begitu mengikuti arah pandang Melati, Adrian melihat darah mengalir di antara kedua kaki Melati. Dia mendecakkan lidah, terdengar jengkel.

“Mens, ya? Ribet banget.”

Nafsu yang tadinya menggebu langsung lenyap. Dia masuk ke kamar mandi, mencuci diri seadanya, dan ketika keluar, Melati masih saja berjongkok di tempat yang sama.

“Adrian, perutku sakit ....”

Mata Melati berkaca-kaca. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya bergetar pelan menahan rasa sakit yang tak ada putusnya.

Adrian melemparkan jasnya ke arah Melati, sekenanya. “Pakai itu, keluar lewat pintu belakang. Jangan sampai ganggu acara di bawah.”

Tanpa menunggu jawaban, dia membuka pintu dan pergi begitu saja.

Entah berapa lama sampai rasa sakitnya sedikit mereda, barulah Melati berusaha berdiri. Dia mengenakan bajunya lagi dengan gerakan pelan, membenahi diri sekenanya, lalu keluar lewat pintu belakang rumah, seperti yang diperintahkan.

Ketika dia didorong keluar dari ruang operasi, kepala Melati masih terasa kosong.

Baru tadi pagi dia diberi tahu bahwa dia sebenarnya sedang hamil. Dan sekarang, bayi itu sudah tidak ada.

Dokter yang mendorong brankarnya menatap bingung ke arah Melati yang kosong menatap langit-langit, lalu menghela napas pelan. “Anak muda zaman sekarang nggak tahu jaga diri, ya. Hamil muda itu paling gampang keguguran. Suami kamu sudah datang?”

Melati menatap tetesan infus yang turun satu-satu, matanya tak fokus. Seolah dia sama sekali tidak mendengar pertanyaan barusan.

Perempuan di ranjang sebelah buru-buru meraih tas Melati yang dia titipkan tadi. “Waktu dia datang ke IGD, dia sendirian, Dok. Semua barangnya ada di saya, dia bahkan belum ....”

“Saya belum menikah.”

Suara Melati terdengar serak. Dia memaksa tubuhnya untuk tegak, duduk perlahan, lalu menerima formulir yang disodorkan dokter dan mulai mengisinya.

Saat baru menuliskan namanya, kertas di tangannya basah. Baru saat itu dia sadar kalau dia menangis.

Dia dan Adrian kehilangan anak mereka. Paling tidak, hal itu memang pantas ditangisi.

Seharian itu dia hanya terbaring di rumah sakit. Dari sepuluh tahun dia bekerja, baru kali ini dia absen tanpa izin.

Menjelang jam sebelas malam, ponselnya akhirnya bergetar. Nama Adrian muncul di layar.

“Bolos seharian, istirahatnya sudah cukup, kan? Ke Bar Malam Biru sekarang.”

Di seberang terdengar suara musik keras bercampur suara orang tertawa, gaduh dan kacau. Di sela suara bising itu, Melati juga samar-samar mendengar ada seseorang yang sedang dibujuk minum. Baru saat itu dia teringat bahwa hari ini ulang tahun Sari Pratama, teman dekat Adrian. Harusnya malam ini dia ada di sana untuk membantu Adrian menolak minuman.

Melati baru akan menjelaskan bahwa dia sedang di rumah sakit ketika suara dingin Adrian memotong, terdengar tak sabaran. “Kamu punya waktu dua puluh menit. Jangan paksa aku ulang dua kali.”

Sambungan telepon terputus, nada sibuk terdengar berulang-ulang.

Melati tahu, Adrian sedang marah.

Dia bangkit perlahan, berjalan ke ruang perawat dan meminta obat pereda nyeri. Setelah menelan satu butir dengan bantuan segelas air putih, barulah dia keluar dari rumah sakit.

Di dalam taksi menuju bar, dia merias wajahnya secepat mungkin. Memanfaatkan pantulan kaca jendela dan kamera depan ponsel. Di pinggir jalan, dia turun sebentar hanya untuk membeli gaun murah di kios kecil, lalu berganti pakaian di toilet umum yang pengap.

Fitur wajah Melati memang menonjol. Setelah diberi sentuhan make up tipis, seluruh aura dirinya berubah, ada kesan dingin yang elegan.

Ketika sampai di Bar Malam Biru, seorang pelayan yang sudah mengenalnya langsung menyapanya sambil tersenyum lebar. “Nona Melati, Pak Adrian di ruang 209.”

Melati mengangguk singkat, tidak banyak bicara, lalu melangkah ke lantai dua.

Begitu pintu ruang VIP dibuka, seseorang langsung menariknya masuk dengan keras. Suara Adrian menyusul kemudian, dingin dan datar. “Sari, ini Melati. Dia alergi alkohol, jangan keterlaluan.”

Sari Pratama, lelaki yang malam itu berulang tahun, langsung melingkarkan lengannya ke pinggang Melati. “Melati, dari dulu gue suruh lo ikut gue aja, lo nggak mau juga! Tuh lihat, si Adrian mah berat sebelah. Sayang banget sama cewek kecilnya sampai-sampai nyuruh lo yang datang buat ngeladeni gue.”

“Sekarang mumpung gue ulang tahun, dia titip lo. Dia bilang lo utang gue satu gelas dari tahun lalu, jadi lo ganti pakai tiga gelas malam ini. Kalau nggak, nggak usah ngomong soal ‘harga diri’ segala.”

Melati memicingkan mata, membiarkan pupilnya menyesuaikan dengan remang lampu bar. Baru setelah itu dia bisa melihat jelas gadis yang duduk mepet di sisi Adrian.

Dia mengenali wajah itu. Itu Melinda Lestari, intern baru di bagian sekretariat kantor.

Melinda memeluk lengan Adrian erat-erat, seolah itu satu-satunya pegangan yang dia punya. Matanya basah, tampak panik, lalu menatap Melati dengan ragu. “Kak Melati, maaf… Aku baru pertama kali ikut acara begini. Pak Adrian cuma ... jagain aku dikit.”

Di sudut matanya terkumpul air, membuatnya terlihat seperti anak kelinci yang ketakutan. Refleks, siapa pun yang melihat pasti ingin melindunginya.

Adrian menarik Melinda lebih dekat, merengkuhnya ke dalam pelukan. “Kamu nggak salah apa-apa. Dia sekretaris, urus ginian memang kerjaan dia. Sudah, jangan takut.”

Kata-kata itu membuat pikiran Melati sempat kosong beberapa detik.

Selama ini, dia tidak pernah mendengar Adrian bicara selembut itu padanya.

Orang-orang di sekeliling jelas juga menangkap cara Adrian membela gadis itu. Satu per satu mereka bergantian ikut menenangkan Melinda. Sementara itu, Melinda terus saja melirik Melati, seolah benar-benar tidak mengerti apa-apa.

Melati menunduk, menatap lantai sesaat.

Di dalam hati, semuanya sudah jelas.

Tamu yang datang ke pesta ulang tahun Sari malam ini adalah orang-orang dari lingkaran sosial atas—pengusaha, pejabat, anak orang kaya. Adrian datang membawa seorang gadis muda dan menjaganya sedemikian rupa, jelas itu bukan sekadar sopan santun. Itu pengumuman halus bahwa perempuan ini spesial.

Sedangkan Melati Handayani? Hanya sekretaris yang dipanggil ke sini untuk menahan gelas demi bosnya.

Dia menarik napas panjang, menelan rasa perih di perut yang belum hilang sepenuhnya. Lalu meraih gelas yang disodorkan Sari.

“Pak Sari, selamat ulang tahun. Ini dari saya.”

Minum alkohol di hari yang sama dengan operasi kuretase? Itu sama saja bunuh diri.

Namun, Adrian hanya duduk di sana, menyaksikan semuanya. Mata dingin, ekspresi datar, membiarkan Melati menegak gelas demi gelas tanpa sekalipun menghentikannya.

Entah apa yang dibisikkan Melinda pada Adrian kemudian, lelaki itu akhirnya berdiri. “Maaf, gadis kecilnya ngantuk. Gue antar pulang dulu.”

Seisi ruangan langsung bersorak, beberapa mencibir, “Parah, bro. Teman ditinggal, gebetan dibela. Gila, berat sebelah banget.”

Adrian hanya tertawa ringan, melambaikan tangan. Dia tak sekalipun menoleh ke arah Melati sebelum keluar.

Jam tiga pagi lewat, Melati baru keluar dari bar dalam keadaan hampir limbung. Kepalanya berat, perutnya senut-senut, dan langkahnya goyah.

Begitu di luar pintu, dia melihat mobil Adrian parkir di depan. Tanpa memikir panjang, dia membuka pintu belakang dan menjatuhkan diri di jok, tertidur begitu saja.

Dalam keadaan setengah sadar, dia merasakan napas panas seorang lelaki menyentuh wajahnya. Tangan besar dengan kulit kasar meraba, meremas, mempermainkan tubuhnya tanpa rasa iba.

Melati tersentak bangun. Begitu menyadari perubahan di tubuh Adrian, dia berusaha meronta. Namun, dalam hitungan detik, kedua tangannya sudah ditarik ke atas kepala dan diikat dengan dasi.

Adrian mendekap pinggangnya erat-erat, seolah takut dia menghilang. Bibirnya menelusuri kulit di dada Melati, menaburkan kecupan-kecupan rapat yang membuatnya sulit bernapas.

Mengingat bagaimana Sari tadi berulang kali melingkarkan tangannya di pinggang Melati saat bercanda, Adrian mendadak kesal sendiri. Dia membalas dengan menggigit keras sisi pinggang Melati, tepat di bagian daging yang lunak.

“Ah! Adrian! Kamu gila, ya?!”

Rasa sakit yang tajam membuat air mata Melati langsung mengalir. Adrian hanya menyeringai, puas dengan reaksi itu. Lalu dengan satu gerakan dia membuka ikat pinggangnya sendiri, berusaha mengangkat rok Melati.

Begitu melihat celana dalam di antara kakinya, dia mendesis pelan, mengumpat. Bagaimana bisa dia lupa kejadian kemarin?

Melati segera duduk tegak dan menarik dasi dari pergelangan tangannya, napasnya masih belum teratur. Pipinya masih memanas, entah karena alkohol atau ulah Adrian, dan dia benar-benar tidak mengerti lagi apa yang sebenarnya dia mau.

Menatap bagian bawah tubuh Adrian yang masih tegang, Melati tiba-tiba teringat mata besar Melinda yang tampak begitu polos. Pertanyaan pun lolos dari bibirnya sebelum sempat dia tahan. “Kenapa kamu nggak nginap di tempat dia aja?”

“Dia masih kecil. Belum pantas buat hal-hal begini.”

Adrian mengangkat dagu Melati dengan ujung jarinya, mengusap lembut bibir yang tadi sudah dia lumuri gigitan.

Tenggorokan Melati tercekat. Kata-katanya seolah tercekat.

Untuk melindungi Melinda, dia bisa bersikap sangat hati-hati. Namun, untuk menjadikan tubuh Melati sebagai sasaran pelampiasan, dia sama sekali tidak kenal ragu.

Dia memaksa suaranya keluar, rasanya seperti menelan pecahan kaca. “Kamu ... suka dia?”

“Hmm.”

Melati tidak yakin apakah itu sekadar gumaman atau persetujuan. Namun sebelum dia sempat mencerna, Adrian sudah mendorongnya kembali, menekan tubuhnya di antara kedua pahanya.

“Kalau bawah nggak bisa dipakai,” bisiknya datar, “pakai atas aja.”

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

87k Dilihat · Sedang Diperbarui · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Istri Misterius

Istri Misterius

40.2k Dilihat · Selesai · Amelia Hart
Evelyn sudah menikah selama dua tahun, namun suaminya, Dermot, yang tidak menyukainya, tidak pernah pulang ke rumah. Evelyn hanya bisa melihat suaminya di televisi, sementara Dermot tidak tahu seperti apa wajah istrinya sendiri.

Setelah mereka bercerai, Evelyn muncul di hadapan Dermot sebagai Dr. Kyte.

Dermot sangat mengagumi Dr. Kyte dan jatuh cinta padanya. Dermot bahkan mulai mengejar Dr. Kyte dengan penuh semangat!

Evelyn bertanya kepada Dermot, "Kamu tahu siapa aku?"

Dengan percaya diri, Dermot menjawab, "Tentu saja. Kamu adalah Dr. Kyte, seorang dokter yang sangat terampil. Selain itu, kamu juga seorang hacker kelas atas dan pendiri merek fashion mewah!"

Evelyn mendekatkan diri ke telinga Dermot dan berbisik lembut, "Sebenarnya, aku juga mantan istrimu!"

(Saya sangat merekomendasikan sebuah buku yang sangat menarik hingga saya tidak bisa berhenti membacanya selama tiga hari tiga malam. Buku ini sangat mengasyikkan dan wajib dibaca. Judul bukunya adalah "Cerai Mudah, Rujuk Sulit". Kamu bisa menemukannya dengan mencarinya di kolom pencarian.)
Bapak Forbes

Bapak Forbes

16.7k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Menunduklah. Aku ingin melihat pantatmu saat aku menyetubuhimu."

Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.

"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.

"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.

Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.



Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.

Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.

Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Perangkap Ace

Perangkap Ace

30.4k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

727 Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

3.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Setelah bertahun-tahun menghilang, Sari tiba-tiba mengumumkan comebacknya, membuat para penggemarnya menangis haru.
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Pelacur Kakakku

Pelacur Kakakku

11.2k Dilihat · Selesai · Melody Raine
"Ucapin, Payton! Minta aku buat kamu klimaks dan kamu akan klimaks seperti belum pernah sebelumnya." Dia berjanji padaku. Saat dia mengatakannya, jarinya menelusuri segitiga kecil celana dalamku.
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Kesempatan Kedua Sang Miliarder

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

15.3k Dilihat · Selesai · Nia Kas
McKenzie Peirce menyembunyikan masa lalunya dengan alasan tertentu. Dia malu dengan masa lalunya dan tidak ingin hal itu terbuka. Penyelamatnya adalah seseorang dari keluarga terkaya di Ardwell. Dia setuju untuk menikahi cucu penyelamatnya yang dingin dan jauh. Sedikit demi sedikit, Dimitri mulai terbuka, begitu juga dengan McKenzie. Ketika dia berpikir dia bisa mempercayainya, pihak ketiga masuk ke dalam kehidupan mereka dan membuat McKenzie tidak nyaman.

Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.

McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.

Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

7.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Mami, Papi Memintamu Kembali

Mami, Papi Memintamu Kembali

1.2k Dilihat · Selesai · I S M I
Binar Mentari menikah dengan Barra Atmadja,pria yang sangat berkuasa, namun hidupnya tidak bahagia karena suaminya selalu memandang rendah dirinya. Tiga tahun bersama membuat Binar meninggalkan suaminya dan bercerai darinya karena keberadaannya tak pernah dianggap dan dihina dihadapan semua orang. Binar memilih diam dan pergi.
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya

Terjebak Dengan Tiga Bos Seksi Saya

31.7k Dilihat · Selesai · Oguike Queeneth
"Memekmu basah banget buat kami, minta banget buat dipakai." Suaranya yang dalam membuatku merinding.

"Kamu mau itu, sayang? Kamu mau kami kasih apa yang diinginkan memek kecilmu?"

"Y...ya, Pak." Aku menghela napas.


Kerja keras Joanna Clover selama kuliah terbayar ketika dia mendapat tawaran pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan impiannya, Dangote Group of Industries. Perusahaan ini dimiliki oleh tiga pewaris mafia, mereka tidak hanya memiliki bisnis bersama, tetapi juga kekasih dan sudah bersama sejak masa kuliah.

Mereka tertarik secara seksual satu sama lain tetapi mereka berbagi segalanya bersama termasuk wanita dan mereka menggantinya seperti baju. Mereka dikenal sebagai playboy paling berbahaya di dunia.

Mereka ingin berbagi dirinya, tapi apakah dia akan menerima kenyataan bahwa mereka juga bercinta satu sama lain?

Apakah dia akan mampu menavigasi antara bisnis dan kesenangan?

Dia belum pernah disentuh oleh pria sebelumnya apalagi tiga sekaligus. Apakah dia akan menurut?
Bapak Ryan

Bapak Ryan

131.1k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.