
Crazy Husband
Soesan · Selesai · 190.5k Kata
Pendahuluan
"Maafkan aku, Cecil. Aku tidak akan pernah menyentuhmu sedikitpun karena aku hanya mencintai istriku."
"Lalu untuk apa kamu memintaku menikah denganmu, Daren?" Sebuah pertanyaan yang memang pantas diberikan untuk pria aneh itu.
Kesakitan dan kekecewaan Cecil tidak hanya sampai di situ saja. Daren bukan hanya tidak menyentuhnya sama sekali, tapi pria itu benar-benar tidak pernah menganggapnya ada sebagai seorang istri.
Hampir setiap malam Daren tidak pernah tidur dengannya. Pria itu mempunyai kamar khusus yang tidak satu orang pun boleh mengunjunginya termasuk Cecil.
Semua yang Daren lakukan menimbulkan kecurigaan yang besar bagi Cecil. Secara diam-diam wanita itu menyelinap masuk ke dalam kamar rahasia milik Daren.
Sakit dan kecewa Cecil tidak lebih besar dari keterkejutannya ketika mengetahui kenyataan yang ada. Sebuah boneka wanita berparas cantik terbaring indah di atas ranjang besar dengan segala kesempurnaannya.
Bab 1
"Carley, bila ada yang mencari aku minta dia datang dua jam lagi. Aku ada urusan sedikit dan mungkin akan lama atau minta dia datang lain waktu lagi," ucap Daren sembari melangkah tanpa berhenti sedikit pun.
"Siap, Bos." Dengan cepat Carley menjawab Daren.
"Eh, Bos." Carley mengejar langkah Daren dengan membawa berkas di tangannya.
"Apa?" Daren berhenti dengan mata melotot ke arah asistennya.
Carley nyengir dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Ini!" Carley menyodorkan berkas dan alat tulis pada Daren setelah langkahnya tepat di depan Daren.
"Apa ini?" Daren memicingkan matanya dengan bola mata naik turun pada berkas dan berganti menatap Carley.
"Tanda tangan, Bos," ucap Carley dengan senyum tipis dan gaya bodohnya.
"Untuk apa? Jelaskan dulu padaku! Kamu pikir aku akan tanda tangan begitu saja tanpa mengetahui isinya!"
Daren memang senang membuat asistennya repot. Bukan berarti Daren merupakan bos yang arogan dan tinggal terima jadi saja. Dia hanya senang melihat Carley nyengir dan garuk-garuk kepala saja. Dia senang melihat Carley dengan sikap bodoh dan polosnya.
Sebenarnya Carley bukan orang yang bodoh. Dia adalah orang yang cerdas, makanya Daren memilih dia menjadi asisten pribadinya. Carley juga orang yang jujur dan bertanggung jawab. Dia tidak pernah membuat Daren kecewa sungguhan.
Dengan sabar Carley membacakan dan menjelaskan isi berkas yang harus ditandatangani oleh Daren. Pria itu menjelaskan secara detail hampir seluruh isi dokumen.
"Sini!" Dengan cepat Daren mengambil berkas dari tangan Carley dan langsung membubuhkan tanda tangan. "Nih!" ucapnya lagi setelah selesai membubuhkan tanda tangan.
Carley yang masih bengong menerima berkas itu lagi dengan pergerakan tangan sangat lambat. Matanya menatap heran dan geram pada bosnya. Melihat kegeraman Carley, Daren melangkah pergi begitu saja tanpa permisi.
"Dasar, bos gila!" umpat Carley kesal dengan sikap Daren.
"Aku masih mendengar apa yang kamu katakan, Carley! Tunggu sampai aku pulang dan memberimu hukuman!" teriak Daren tanpa membalik tubuhnya.
"Ampun, Bos!" Carley juga berteriak menjawab ancaman Daren.
Dengan langkah tegas dan penuh wibawa, Daren terlihat sangat gagah dan tampan. Pria itu langsung masuk ke dalam mobilnya dan langsung menginjak pedal gas dengan sangat dalam sehingga mobil yang ditunggangi melaju dengan sangat cepat meninggalkan gedung pencakar langit miliknya.
Tujuan utama pria itu adalah toko obat yang ada di sebelah supermarket. Toko obat yang sudah menjadi langganannya.
"Tuan Daren," sapa seorang wanita dengan senyum tipis ketika melihat Daren memasuki tokonya.
"Hay, Cintia," sapanya ramah membalas sapaan wanita itu.
Daren mendekati wanita itu dan menatap wajahnya.
"Ada yang Anda butuhkan, Tuan?" tanya wanita itu terlihat akrab.
"Biasa," ucapnya mengedipkan sebelah matanya.
"Oke, aku tau."
Tanpa menunggu dan bertanya kembali, wanita itu sudah tau apa yang Daren butuhkan. Cintai memutar tubuhnya dan meninggalkan Daren untuk mengambil apa yang Daren butuhkan. Tidak lama wanita itu sudah kembali lagi dengan membawa benda yang Daren butuhkan.
"Coba ini!" ucap wanita itu menyodorkan benda yang Daren minta.
"Berbeda?" ucap Daren dengan mengamati kemasan yang dia minta. Kemasan itu berbeda dengan kemasan yang biasa dia beli dan pakai.
"Ya, ini keluaran baru, Tuan." Cintia sedikit lirih saat mengatakan hal itu.
"Apa kelebihannya dari yang biasa aku pakai? Apa ini lebih istimewa?" Daren penasaran dengan khasiat dan kelebihan benda itu.
"Coba saja! Aku tidak akan mengatakannya. Sebelum Anda mencobanya sendiri, Anda tidak akan percaya." Lagi-lagi Cintia sedikit menekan suaranya dengan mata beredar ke sekitar seolah pembicaraan mereka ada yang menguping.
"Apa kamu pernah mencobanya?" Mata Daren mulai berkedip menggodanya.
"Hey! Aku tidak butuh barang ini! Aku bisa memproduksinya sendiri. Cukup dengan sedikit sentuhan dan permainan yang pas, aku pasti akan menghasilkannya." Cintia tampak kesal dengan mimik wajah Daren padanya.
"Aku percaya padamu. Karena sekali colek saja napsumu sudah melambung tinggi." Lagi-lagi Daren menggoda Cintia dengan kejahilannya yang tiada henti.
Pria itu memang suka menggoda orang-orang di sekitarnya yang dia anggap sudah seperti keluarganya sendiri. Mereka berdua bercakap-cakap sesaat.
Daren meminta Cintia untuk menemaninya makan siang hari itu karena Daren sendiri tidak mempunyai teman untuk makan. Dengan senang hati Cintia akan melakukannya selama itu gratis dan Daren membawanya belanja untuk membelikan keperluan dirinya.
"Dasar wanita matre!" canda Daren pada Cintia.
"Kalau tidak mau ya sudah, aku tidak akan menemanimu makan," ucap Cintia dengan membuang mukanya dari Daren.
"Oke. Aku akan membelikan apa pun yang akan kamu beli, tapi ingat! Tidak lebih dari satu juta saja."
"Hey! Dapat apa uang satu juta doang? Satu pakaian saja tidak," ucap Cintia melebihkan harga.
"Mau tidak? Kalau tidak mau ya sudah, biar aku makan sendiri saja. Lumayan uangnya bisa untuk beli barang ini lagi," ucap Daren menggoyangkan benda yang ada di tangannya.
"Ish, harga benda itu hanya kecil bagimu. Kamu bisa membeli pabriknya sekalian," ucap Cintia sembari berjalan menyetarakan langkah kakinya dengan langkah Daren.
Memang benar, Daren tidak hanya bisa membeli satu barang itu saja. Kekayaan yang pria itu miliki bisa saja untuk mendirikan pabrik sendiri.
Siang ini Daren tidak makan sendiri lagi. Biasanya dia akan mengajak Carley untuk makan siang, tapi kali ini tidak dia lakukan karena Daren ingin membeli benda itu. Daren tidak mau Carley tau apa yang dia beli. Hanya dia dan Cintia yang tau.
"Daren, kenapa kamu tidak menikah saja?" tanya Cintia di sela giginya mengunyah makanan.
"Aku tidak bisa menduakan Amara."
"Tapi, Daren. Amara itu-"
"Jangan katakan apa-apa tentang Amara!" Daren membanting sendok dan garpu di atas piring dengan kasar.
Pria itu marah dan tidak suka ada yang membicarakan soal Amara.
Matanya menatap penuh api kemarahan dan kekecewaan pada Cintia.
"Maafkan aku, Daren," ucap Cintia membalas tatapan Daren dengan rasa bersalah, tapi merasa kasihan dan iba juga.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membentak dan bicara keras padamu," ucap Daren merasa bersalah melihat wajah sedih Cintia.
Sikap dan suaranya mulai melunak lagi. Daren kembali mengambil sendok dan garpu. Dia kembali menikmati makanan yang ada di piringnya. Sedangkan Cintia, wanita itu masih belum mengalihkan matanya dari pria di hadapannya.
Cintia sama sekali tidak habis pikir dengan apa yang ada dalam pikiran Daren. Dia merasa apa yang terjadi dan dialami oleh Daren saat ini adalah hal yang tidak benar, tapi dia tidak akan bisa melarang atau melakukan apa-apa untuk meminta Daren meninggalkan dan melupakan Amara.
"Makanlah lagi dan jangan pernah mengatakan apapun tentang aku dan Amara! Aku dan Amara biar menjadi kisah kehidupanku yang tidak akan pernah aku ubah. Lagi pula aku sangat mencintainya dan dia juga mencintaiku. Cinta kami akan terus menyatukan sampai kapan pun."
Daren tau apa yang Cintia pikirkan tentang dirinya. Meski begitu, dia tidak ingin ada orang lain yang mencampuri kehidupannya. Termasuk Cintia. Meski mereka adalah teman dekat, tapi Daren tidak mengijinkan Cintia ikut campur urusan pribadinya terlebih hal yang berhubungan dengan Amara, wanita yang sangat dicintainya.
Bab Terakhir
#196 Bab 196
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#195 Bab 195
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#194 Bab 194
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#193 Bab 193
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#192 Bab 192
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#191 Bab 191
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#190 Bab 190
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#189 Bab 189
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#188 Bab 188
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#187 Bab 187
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025
Anda Mungkin Suka 😍
Suamiku Miliarder Memanjakanku Habis-Habisan
(Pembaruan harian dengan dua bab)
Mafia Posesifku
"Aku tidak tahu berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyadari ini, sayang, tapi kamu milik kami." Suaranya yang dalam berkata, menarik kepalaku ke belakang sehingga matanya yang intens bertemu dengan mataku.
"Memekmu sudah basah untuk kami, sekarang jadilah gadis baik dan buka kakimu. Aku ingin mencicipinya, kamu mau lidahku menyentuh memek kecilmu?"
"Ya, p...papa." Aku mendesah.
Angelia Hartwell, seorang gadis muda dan cantik yang masih kuliah, ingin menjelajahi hidupnya. Dia ingin tahu bagaimana rasanya mengalami orgasme yang sesungguhnya, dia ingin tahu bagaimana rasanya menjadi seorang yang patuh. Dia ingin merasakan seks dengan cara yang terbaik, berbahaya, dan menggoda.
Dalam pencariannya untuk memenuhi fantasi seksualnya, dia menemukan dirinya di salah satu klub BDSM paling eksklusif dan berbahaya di negara ini. Di sana, dia menarik perhatian tiga pria Mafia yang posesif. Mereka semua menginginkannya dengan segala cara.
Dia menginginkan satu dominan, tetapi malah mendapatkan tiga yang posesif, dan salah satunya adalah dosen di kampusnya.
Hanya satu momen, hanya satu tarian, hidupnya berubah total.
Obsesi Terpelintir
"Kita punya aturan, dan aku-"
"Aku nggak peduli sama aturan. Kamu nggak tahu seberapa pengen aku ngewe kamu sampai kamu teriak kesenengan."
✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿-✿
Damian nggak percaya sama cinta, tapi dia butuh istri buat ngambil warisan yang ditinggalin pamannya. Amelia pengen balas dendam ke Noah, mantan suaminya yang selingkuh, dan apa cara yang lebih baik daripada nikah kontrak sama musuh bebuyutannya? Ada dua aturan dalam pernikahan pura-pura mereka: nggak boleh ada hubungan emosional atau seksual, dan mereka akan berpisah setelah kesepakatan selesai. Tapi ketertarikan mereka satu sama lain lebih dari yang mereka perkirakan. Ketika perasaan mulai jadi nyata, pasangan ini nggak bisa berhenti menyentuh satu sama lain, dan Noah ingin Amelia kembali, apakah Damian akan membiarkannya pergi? Atau dia akan berjuang untuk apa yang dia anggap miliknya?
Miliki Aku Ayah Miliarderku
PENGANTAR SATU
"Berlutut, Ava." Dia memerintah dengan nada yang membuat bulu kudukku merinding.
"Aku ingin kamu klimaks di wajahku, Josh."
"Aku tidak hanya akan klimaks di wajahmu, sayang. Aku akan klimaks di dalam dirimu dan mengklaim rahim perawanmu sebagai milikku setelah mengklaim keperawananmu."
Ava adalah seorang gadis muda yang jatuh cinta gila-gilaan dengan sahabat kakaknya, yang dua belas tahun lebih tua darinya tetapi menginginkan semua yang bisa dia tawarkan. Ava telah menyimpan dirinya untuknya, tetapi apa yang terjadi ketika dia menemukan rahasia terbesar Josh?
Apakah dia akan berjuang untuk cinta mereka atau akan pergi?
PENGANTAR DUA
"Aku suka kontolmu," kataku sambil mulai melompat lebih keras di atasnya. Aku siap untuk klimaks lagi dan aku siap membuatnya klimaks lagi.
"Aku suka vaginamu. Dan pantatmu," katanya sambil memasukkan jarinya ke pantatku.
"Oh Tuhan!" Aku berteriak. Ini sangat cabul dan sangat panas. "Klimaks untukku, sayang," katanya.
Ashley selalu tertarik pada ayah temannya, Pak Mancini, yang berasal dari Italia dan pria tampan untuk usianya. Tapi dia tidak pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya kepada siapa pun, bahkan kepada temannya. Ketika kesempatan muncul saat Pak Mancini menawarkan untuk membayar biaya kuliahnya, Ashley tidak bisa menahan diri dan mengungkapkan fantasi terdalamnya kepadanya. Tapi sesuatu terjadi, dan itu akan membawa banyak kekacauan ke hatinya yang rapuh.
PENGANTAR TIGA
Dia bergumam, "Sayang, sayang, sayang," berulang kali. Tapi kemudian, "Aku tidak percaya aku begitu bodoh."
Aku terkejut, membuka mataku dan menarik diri untuk melihatnya. "Sayang?"
Dia mengakui, "Sadie, aku sangat menginginkanmu, selama bertahun-tahun. Aku terjaga di malam hari, memikirkan bagaimana rasanya bersamamu. Tapi aku tidak pernah bermimpi tentang ini!"
Menunggu liburan musim panas saat dia berusia 18 tahun adalah penantian terpanjang yang pernah dialami Sadie dalam hidupnya. Ini karena, dia akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk sendirian dengan ayah sahabatnya, Miguel, dan itu akan membuat semua mimpinya menjadi kenyataan.
Selama liburan mereka, mantan istri Miguel, yang masih mencintainya, membuat Sadie terkejut. Apakah dia akan bisa bertahan?
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Terdampar dengan Saudara Tiri Saya
"Kamu sudah membuatku merasa nyaman," jawabku spontan, tubuhku bergetar nikmat di bawah sentuhannya.
"Aku bisa membuatmu merasa lebih baik," kata Caleb, menggigit bibir bawahku. "Boleh?"
"A-Apa yang harus aku lakukan?" tanyaku.
"Tenang saja, dan tutup matamu," jawab Caleb. Tangannya menyelinap di bawah rokku, dan aku menutup mata erat-erat.
Caleb adalah kakak tiriku yang berusia 22 tahun. Ketika aku berusia 15 tahun, aku tanpa sengaja mengatakan bahwa aku mencintainya. Dia tertawa dan meninggalkan ruangan. Sejak saat itu, semuanya jadi canggung, setidaknya.
Tapi sekarang, ini ulang tahunku yang ke-18, dan kami akan pergi berkemah—dengan orang tua kami. Ayahku. Ibunya. Seru banget, kan. Aku berencana untuk tersesat sebanyak mungkin agar tidak perlu berhadapan dengan Caleb.
Aku memang akhirnya tersesat, tapi Caleb bersamaku, dan ketika kami menemukan diri kami di sebuah kabin terpencil, aku menemukan bahwa perasaannya terhadapku tidak seperti yang aku kira.
Sebenarnya, dia menginginkanku!
Tapi dia kakak tiriku. Orang tua kami akan membunuh kami—jika para penebang liar yang baru saja mendobrak pintu tidak melakukannya terlebih dahulu.
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Kutukan Sang Alpha: Musuh di Dalam
Cuplikan
"Kamu milikku, Sheila. Hanya aku yang mampu membuatmu merasa seperti ini. Rintihanmu dan tubuhmu milikku. Jiwamu dan tubuhmu semuanya milikku!"
Alpha Killian Reid, Alpha yang paling ditakuti di seluruh Utara, kaya, berkuasa, dan sangat ditakuti di dunia supernatural, adalah iri dari semua kawanan lainnya. Dia dianggap memiliki segalanya... kekuasaan, ketenaran, kekayaan, dan berkah dari dewi bulan, sedikit yang diketahui oleh para pesaingnya bahwa dia berada di bawah kutukan, yang telah disimpan sebagai rahasia selama bertahun-tahun, dan hanya yang memiliki anugerah dari dewi bulan yang bisa mengangkat kutukan itu.
Sheila, putri dari Alpha Lucius yang merupakan musuh bebuyutan Killian, tumbuh dengan begitu banyak kebencian, penghinaan, dan perlakuan buruk dari ayahnya. Dia adalah pasangan takdir dari Alpha Killian.
Dia menolak untuk menolaknya, namun dia membencinya dan memperlakukannya dengan buruk, karena dia jatuh cinta dengan wanita lain, Thea. Tapi salah satu dari dua wanita ini adalah obat untuk kutukannya, sementara yang lain adalah musuh dalam selimut. Bagaimana dia akan mengetahuinya? Mari kita temukan dalam kisah yang mendebarkan ini, penuh dengan ketegangan, romansa panas, dan pengkhianatan.
Serigala Putih
Dia mengikuti aroma itu menyusuri lorong sampai tiba di sebuah pintu dan menyadari bahwa dia berdiri di Kamar Raja. Kemudian dia mendengarnya. Suara yang membuat perutnya mual dan dadanya sakit. Rintihan terdengar dari balik pintu.
Air mata mulai mengalir. Dia memaksa kakinya untuk bergerak. Dia tidak bisa berpikir, tidak bisa bernapas, yang bisa dia lakukan hanyalah berlari. Berlari secepat dan sejauh mungkin.
Hujan turun deras. Guntur menggelegar. Kilat menyambar di kejauhan tapi dia tidak peduli. Tidak, yang ada di pikirannya hanyalah pasangannya. Pasangan sejatinya saat ini sedang bersama wanita lain di tempat tidurnya.
Alexia dilahirkan sebagai serigala putih. Dia kuat dan cantik dan telah menantikan untuk bertemu pasangannya selama delapan belas tahun. Caspian adalah Raja Alpha. Dia menginginkan lunanya tetapi dia membuat kesalahan besar. Dia tidur dengan wanita lain hanya untuk seks. Dia akan melakukan apa saja untuk memenangkan kembali hati Lunanya.
Namun sebagai Raja, dia harus memikul tanggung jawab untuk berpatroli di perbatasan. Caspian tiba-tiba jatuh dalam bahaya dan serigala putih, Alexia, lunanya menyelamatkannya. Caspian tidak bisa melepaskan pandangannya darinya. Akankah Alexia memaafkan Caspian dan menjadi Ratu Lunanya?
Mencintai Sugar Daddy-ku
"Kamu basah sekali untukku, Sayang." Jeffrey berbisik.
"Biarkan Daddy membuatmu merasa lebih baik," aku merengek, melengkungkan punggungku ke dinding sambil mencoba mendorong pinggulku ke jari-jarinya.
Dia mulai memainkan jarinya lebih cepat dan pikiranku kacau.
"Sebut namaku." Dia bergumam.
"J... Jeffrey," kataku, dia tiba-tiba mendorong pinggulnya ke arahku, menarik kepalanya ke belakang untuk menatapku.
"Itu bukan namaku." Dia menggeram, matanya penuh nafsu dan napasnya berat di pipiku.
"Daddy." Aku mengerang.
Bos Dominanku
Hubunganku dengan Pak Sutton hanya sebatas profesional. Dia memerintahku, dan aku mendengarkan. Tapi semua itu akan berubah. Dia butuh pasangan untuk menghadiri pernikahan keluarga dan memilihku sebagai targetnya. Aku bisa dan seharusnya menolak, tapi apa lagi yang bisa kulakukan ketika dia mengancam pekerjaanku?
Setuju untuk satu permintaan itu mengubah seluruh hidupku. Kami menghabiskan lebih banyak waktu bersama di luar pekerjaan, yang mengubah hubungan kami. Aku melihatnya dengan cara yang berbeda, dan dia melihatku dengan cara yang berbeda juga.
Aku tahu salah untuk terlibat dengan bosku. Aku mencoba melawan perasaan itu tapi gagal. Ini hanya seks. Apa salahnya? Aku sangat salah karena apa yang dimulai sebagai hanya seks berubah arah dengan cara yang tak pernah kubayangkan.
Bosku tidak hanya dominan di tempat kerja tapi di semua aspek kehidupannya. Aku pernah mendengar tentang hubungan Dom/sub, tapi itu bukan sesuatu yang pernah kupikirkan. Saat hubungan antara aku dan Pak Sutton semakin panas, aku diminta menjadi submisifnya. Bagaimana seseorang bisa menjadi seperti itu tanpa pengalaman atau keinginan untuk menjadi satu? Ini akan menjadi tantangan bagi kami berdua karena aku tidak suka diperintah di luar pekerjaan.
Aku tidak pernah menyangka bahwa hal yang sama sekali tidak kuketahui akan menjadi hal yang membuka dunia baru yang luar biasa bagiku.
Benang Hasrat
"Kamu basah," katanya, suaranya seperti kerikil. Aku melengkung ke arahnya, tak berdaya. Kota menyaksikan melalui kaca, tapi aku tak peduli. Tidak saat mulutnya menyentuh tubuhku dan dia melahapku seperti orang yang kelaparan. "Jordan," aku terengah, jari-jariku terjerat dalam rambut tebalnya, pinggulku melengkung secara naluriah menuju mulut hangatnya. "Lebih keras," dia memerintah.
Di tengah kekacauan gemerlap elite Manhattan, Sophia Bennett berkuasa—tak tersentuh, tenang, dan sangat ambisius. Sebagai visioner di balik salah satu kerajaan mode yang paling cepat naik di New York, dia tidak hanya berjalan di runway—dia menguasai sorotan. Tapi ketika dia menangkap pacar lamanya di antara kaki wanita lain, dia tidak berteriak. Dia tersenyum.
Dan ketika dia pergi, dia meninggalkannya—bersama dengan investasinya, pengaruhnya, dan setiap dukungan yang pernah diandalkan perusahaannya. Tapi dia berjanji tidak akan kalah dalam permainan ini.
Lalu Jordan Pierce datang. Miliarder. Produser yang menawan. Tak terkendali. Semua sudut tajam dan janji berdosa. Dia melangkah ke dunianya dengan mengenakan dasi sutra dan senyum miring. “Mari kita bicara tentang karier mode kamu,” katanya. “Aku ingin ikut dalam visimu—dan mungkin juga dalam dirimu.” Chemistry mereka? Volatil. Ambisi mereka? Mematikan.
Di kota di mana kekuasaan adalah mata uang utama, jatuh cinta pada pria yang salah bisa membuat Sophia kehilangan segalanya yang telah dia perjuangkan.
Sekarang, dengan dunianya di ambang kehancuran, Sophia harus bertanya pada dirinya sendiri: Akankah dia mempertaruhkan segalanya untuk pria yang mungkin menghancurkannya lagi, atau menghancurkan cinta sebelum cinta menghancurkannya?












