Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

Red Vixen · Sedang Diperbarui · 112.7k Kata

1.2k
Populer
1.2k
Dilihat
3
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Sofia sempat mengira kematian ibunya adalah pemicu yang akan mengakhiri hidupnya. Namun justru itulah pemicu yang menyeretnya kembali ke titik awal—ke masa ketika ia benar-benar hidup.

Menjadi yatim piatu di usia sembilan belas dan tak punya pilihan selain menumpang di rumah paman tiri yang bahkan tak pernah ia kenal, hidup Sofia mendadak seperti naik turun komidi putar. Yang menunggunya bukan sosok paman tiri seperti yang ia bayangkan—dingin, tua, dan menjengkelkan—melainkan seorang pria tiga puluh enam tahun yang terlalu rupawan untuk disebut “paman” tanpa membuat lidahnya kelu.

Ia nyaris siap menyerahkan semuanya begitu saja—hatinya, tubuhnya, keperawanannya, bahkan hidupnya—asal pria itu mau melihatnya.

Sejauh apa Sofia akan melangkah untuk membuktikan dirinya? Dan apa yang akan terjadi saat ia tanpa sengaja mengorek rahasia-rahasia yang seharusnya tetap terkubur, tak pernah sekalipun menyentuh terang?

Bab 1

Duduk di bangku paling depan saat pemakaman selalu bikin aku ngeri. Rasanya terlalu dekat, terlalu pribadi—seolah kehilangan itu bukan cuma sesuatu yang disaksikan, tapi menghantam tepat di dada.

Aku masih ingat beberapa bulan lalu pernah melihat seorang anak perempuan berseragam sekolah duduk di bangku depan saat pemakaman ayahnya. Tangisnya pecah tanpa bisa ditahan, bahunya naik-turun, wajahnya basah kuyup. Waktu itu aku ikut sesak, ikut kasihan, dan sama sekali nggak pernah kepikiran kalau beberapa bulan kemudian aku akan jadi “anak itu”.

Ini mimpi. Harusnya mimpi.

Tapi seberapa sering pun aku mengedip, seberapa keras pun aku mencubit lengan sendiri, aku nggak bangun. Aku tetap duduk di bangku depan, dikelilingi tatapan iba—dari teman-teman, dari rekan bisnis yang biasanya cuma ketemu di acara formal—dan semuanya terasa nggak masuk akal.

Satu-satunya hal yang terasa nyata cuma potret besar Mama yang dipasang di depan peti. Senyumnya hangat, seperti biasa… tapi di situ, senyum itu justru terasa kejam. Seolah mengejekku, mengingatkanku tanpa ampun apa yang baru saja direnggut dari hidupku.

Aku menolak percaya kalau orang di dalam peti itu Mama.

Nggak masuk akal. Barusan saja—rasanya baru barusan—dia masih ada. Masih bicara sama aku. Masih menatapku seperti dia selalu menatapku. Lalu tiba-tiba… hilang.

Mataku menyapu kerumunan. Aku menangkap tatapan-tatapan penuh simpati. Ada wajah yang kukenal, ada juga yang asing sama sekali, tapi ekspresinya sama: iba, hati-hati, seolah takut salah langkah di dekatku. Dan meski aku dikelilingi orang, aku merasa sendirian setengah mati. Aku nggak punya keluarga lain. Nggak punya teman yang benar-benar bisa jadi sandaran.

Ponselku tergeletak di pangkuan, dan pesan dari pacarku jadi pengingat yang terus menekan: Ethan nggak ada di sini.

“Aku minta maaf nggak bisa datang, princess. Dad ngasih kerjaan seabrek, tapi nanti aku tebus. Kamu yang kuat buat aku, love.”

Kalimat itu memberi hangat yang cuma sebentar, tapi cukup untuk membuat ujung bibirku bergerak tipis. Setidaknya Ethan ingat aku. Meski dia nggak bisa datang. Aku paham. Aku tahu seberapa menuntut ayahnya, apalagi Ethan memang sedang “dibentuk” buat jadi CEO perusahaan keluarga mereka.

Setelah itu semuanya lewat seperti kabut: senyum sedih yang dipaksakan orang-orang, tangan yang menepuk pelan bahuku, ucapan belasungkawa yang terdengar sama dari mulut ke mulut. Sampai akhirnya peti itu diturunkan ke dalam tanah… di halaman belakang rumah kami.

Aku berdiri di sana entah berapa lama. Kakiku seperti menancap. Satu per satu orang pergi, suara langkah mereka menjauh, sampai akhirnya tinggal aku sendiri. Matahari turun pelan di balik garis atap, bayangan memanjang di halaman yang mendadak terasa asing. Baru saat langit mulai gelap, aku memaksa diri masuk kembali ke rumah.

Sunyi.

Kosong.

Hampa.

Rumah ini persis seperti isi dadaku. Begitu saja, lututku menyerah. Aku ambruk ke lantai, memeluk lutut ke dada, dan untuk pertama kalinya sejak malam mengerikan itu… air mata akhirnya jatuh.

Aku sendiri nggak ngerti gimana caranya aku bisa menahan tangis selama ini. Tapi begitu tetes pertama meluncur, semuanya jebol. Aku nggak bisa berhenti. Aku juga nggak mau berhenti. Rasanya seperti ada tangan yang merobek-robek jantungku saat aku menangisi Mama—sahabatku, satu-satunya keluarga yang kupunya.

Sakitnya nggak tertahankan. Dan aku tahu aku harus pergi dari rumah ini sebelum rumah ini menelanku hidup-hidup. Dengan kaki gemetar, aku memaksa diri berdiri dan berlari keluar, cuma dengan satu tujuan di kepala.

Ethan.

Aku butuh Ethan. Aku nggak bisa menjalani ini sendirian. Aku nggak bisa bertahan satu detik lagi di rumah ini ketika setiap sudutnya mengingatkanku pada Mama, ketika aromanya masih seperti menempel di tiap ruangan.

Aku berlari sekuat yang kakiku bisa. Paru-paruku seperti terbakar, otot-ototku protes, dan setiap tarikan napas terasa makin berat, tapi aku nggak berhenti. Aku nggak boleh berhenti. Rasa sakit di badan sama sekali nggak ada apa-apanya dibanding ngilu yang menggerogoti dadaku.

Aku butuh dia.

Aku mempercepat langkah, baru melambat saat atap rumahnya yang tinggi terlihat dari kejauhan. Begitu sampai, aku jatuh di dekat pintu depan, terengah-engah, napas tersengal. Beberapa detik kemudian aku memaksa diri bangkit dan masuk ke dalam.

Aku nggak butuh cermin buat tahu penampilanku pasti kacau. Tapi Ethan nggak akan peduli. Dia pernah lihat aku di titik terburukku, dan dia selalu ada di sisiku.

Setidaknya… itu yang selama ini aku percaya.

Mungkin Ethan masih sibuk kerja, tapi aku sudah nggak sanggup menjauh darinya lebih lama. Rasanya kepalaku mau pecah. Setelah menunggu yang terasa seperti seabad—padahal baru beberapa menit—aku menarik napas dalam-dalam lalu mengetuk.

Pintu terbuka, memperlihatkan Sandra, ART yang sudah lama bekerja di keluarga ini.

“Aduh, Nak…” Sandra refleks menutup dadanya dengan telapak tangan, wajahnya langsung berubah iba.

Lagi.

Tatapan itu lagi. Tatapan yang sejak tadi aku terima dari semua orang seharian ini.

Aku menelan ludah, menahan benjolan di tenggorokan. “Ethan di mana?” Suaraku serak, sampai terdengar asing di telingaku sendiri.

“Sepertinya di kamar. Kamu perlu—”

Belum sempat Sandra menyelesaikan kalimatnya, aku sudah melangkah cepat menaiki tangga putar. Yang aku mau cuma satu: tenggelam di pelukan pacarku, hilang, dan melupakan semua yang terjadi.

Aku baru sampai di lorong menuju kamarnya ketika suara samar membuat langkahku membeku. Otakku menolak menerima apa yang barusan kudengar.

Aku mengusap air mata dengan punggung tangan, berharap itu cuma halusinasi.

Lalu suara Ethan terdengar jelas.

Seluruh tubuhku kaku. Jantungku menghantam rusukku keras-keras. Aku menggeleng pelan, menolak percaya, sambil berjalan mendekati kamar tidurnya.

Pintunya sedikit terbuka. Aku mendorongnya lebih lebar, dan pemandangan di depan mataku menghancurkan sisa-sisa hatiku yang sudah remuk.

Ethan bersama perempuan lain.

Beberapa detik aku cuma berdiri di sana, membeku. Kalau ada orang bilang aku bakal memergoki dia mengkhianatiku begini, aku pasti menuduh orang itu pembohong. Tapi kenyataannya ada di depan mata—pacarku selama empat tahun, orang yang paling aku percaya.

Dia selingkuh.

Mereka terlalu larut sampai tidak sadar aku ada di sana—sampai isak yang lolos dari bibirku memecah keheningan.

Ethan menoleh, matanya membesar kaget. “Sophia!”

Dia buru-buru merapikan diri, meraih sesuatu untuk menutupi tubuhnya, lalu menjauh tergesa dari perempuan itu.

“Kamu nggak bilang kamu mau datang.”

Dadaku naik turun saat aku menatapnya. “Jadi ini?” suaraku kecil, bergetar. “Alasan kamu nggak bisa datang ke pemakaman ibuku… karena kamu ada di sini sama perempuan lain?”

“Aku bisa jelasin, Sophie. Dengerin dulu, sayang.”

“Silakan.” Suaraku pelan, tapi bergetar oleh amarah. “Jelasin.”

Ethan menatapku. Seperti yang sudah kuduga, dia sama sekali nggak punya apa-apa untuk diucapkan.

Aku menggeleng, air mata makin deras jatuh. “Aku benci kamu, Ethan.”

“Sayang—”

“Kamu nyakitin aku dengan cara paling kejam, dan aku nggak akan pernah maafin kamu.”

“Tolong—”

“Empat tahun, Ethan!” suaraku pecah saat aku berteriak. “Empat tahun! Kok kamu bisa tega begini?”

Wajahnya mengeras. “Jangan nyalahin aku kalau ini juga salah kamu!”

Aku menatapnya, tidak percaya.

“Kita bareng empat tahun, tapi kamu nggak pernah mau ngambil langkah itu sama aku. Aku juga punya kebutuhan! Kamu pikir aku harus gimana?”

Hatiku jatuh, seperti ada yang ditarik paksa sampai kosong. “Jadi solusi kamu… mengkhianati aku?”

“Ya mungkin kalau kamu nggak seribet itu, nggak bakal sampai begini.” Dia mendengus. “Siapa juga yang tahu kamu beneran sepolos yang kamu bilang? Bisa aja kamu pura-pura, sementara di belakang aku kamu ngelakuin apa aja sesukamu.”

Tanganku bergerak sebelum aku sempat menahan.

Plak.

Tamparannya menggema di kamar.

Kepala Ethan terpelanting ke samping.

Aku menatapnya, air mata mengalir tanpa henti. “Kamu menjijikkan.”

Suaraku nyaris cuma bisikan. “Kita bahkan pernah milih nama bayi bareng.”

Ekspresinya sempat goyah sesaat, tapi aku sudah tidak peduli.

“Aku pernah sayang sama kamu.” Aku menggeleng. “Tapi sekarang aku benci.”

Aku berbalik dan lari.

Air mata mengaburkan penglihatanku saat aku kabur dari kamar itu, meninggalkan laki-laki yang dulu kukira tidak akan pernah sanggup mematahkan hatiku.

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

16.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Rangga Wijaya
Namaku Kevin. Di usia tiga puluh tahun, aku dikaruniai seorang istri yang baik, cantik, dan memesona, terkenal dengan tubuhnya yang menakjubkan, serta keluarga yang bahagia. Penyesalan terbesarku berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang merusak ginjalku dan membuatku menjadi impoten. Meskipun berada di dekat istriku yang menggairahkan dan penuh hasrat, aku merasa tidak mampu mencapai ereksi.

Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.

Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Bapak Ryan

Bapak Ryan

132.4k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Foxy Wife

Foxy Wife

597 Dilihat · Selesai · Raein23
Deby, nama perempuan yang rela memberikan seluruh hidup ke orang yang tak ia kenal demi pembalasan dendam atas kematian keluarganya.

Cinta bukanlah perioritas hidup Deby. Satu hal yang ditekankan, ia bukan perempuan nakal, orang terjepit hidup ataupun menjual diri.

Hanya melihat 'peruntungan' hubungan bersama seorang presdir Alzero Corp. Terikat penuh ke balas dendam.

Hidup sederhana cukup, Deby tak mengharapkan hal lain.

Menjadi istri diatas kertas adalah sebab ia mau. Sementara licik, licin dan perempuan ular bukanlah pilihan terakhir.

Deby sendiri yang memposisikan diri sendiri. So..., hit with that do. Done.

Zenit Alzero pun bukan orang yang terjebak, ia yang menawarkan. Tak ada dusta antara mereka.

Deby seorang anak dari mafia yang punya dendam ke keluarga Arnais, sepupu Zenit Alzero. Deby menikah ke Zen adalah untuk akses balas dendamnya.

Bagaimana jadinya Devil bertemu evil?

Akankah hubungan mereka berjalan baik?

Semua adalah kisah cinta dan balas dendam. bisakah cinta sejati mempersatukan mereka?
Gadis Gemerlap

Gadis Gemerlap

3.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah bersatu kembali dengan orang tua kandungnya, Sari dikenal sebagai seorang pecundang. Di kuliahnya, dia menjilat, suka berkelahi, dan bolos setiap hari. Bahkan pertunangannya dengan keluarga Rahman putus akibat kehidupan pribadinya yang berantakan! Semua orang menanti kehancurannya.

Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.

Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Perangkap Ace

Perangkap Ace

31.4k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

1.7k Dilihat · Selesai · Miss Yulie 2
Mentari si pengantin dadakan. Terpaksa menggantikan posisi Kakak kembarnya, Samantha yang hilang di hari pernikahan. Namun, menjadi pengantin dadakan tak cukup menyelesaikan masalah. Tidak ada cinta, tidak ada perlakuan istimewa. Hanya cemoohan dan hal menyakitkan yang Mentari dapat.

Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

89k Dilihat · Selesai · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Flavour Its Yours

Flavour Its Yours

1.3k Dilihat · Selesai · Susan adaline
Perjodohan tak terduga harus dialami oleh Anna. Gadis itu bersedia untuk menikahi cinta pertamanya karena keinginan sang Kakek. . Namun sayangnya, Sean tidak bisa membuka hati untuk siapapun, termasuk Anna. Pernikahan yang mereka jalani hanya Anna lah yang memberikan seluruh hatinya kepada Sean. Meskipun Sean merupakan CEO kaya, muda dan tampan, namun itu tidak membuat Anna bahagia. Gadis itu hanya ingin bisa dicintai oleh suaminya dengan sepenuh hati.
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

2.1k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

11.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
[Ada male lead, alur romance 1 point, alur karier 9 point]
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.

Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?

Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!

Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Bapak Forbes

Bapak Forbes

17.5k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Menunduklah. Aku ingin melihat pantatmu saat aku menyetubuhimu."

Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.

"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.

"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.

Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.



Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.

Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.

Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.