Pengejaran Putus Asa Sang CEO

Pengejaran Putus Asa Sang CEO

Celine · Selesai · 208.1k Kata

651
Populer
651
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Namaku Laila.

Dulu aku berpikir Satria adalah seluruh duniaku, tapi pengkhianatannya menghancurkan tiga tahun kesetiaanku.

Aku sudah muak. Cerai, dan aku takkan pernah menoleh ke belakang. Tapi tiba-tiba saja dia panik. Dia mulai mengejarku, menolak untuk melepaskanku.

Jadi, aku ini sebenarnya apa buatmu, Satria? Kamu menyia-nyiakanku saat aku begitu mencintaimu. Sekarang, setelah aku berhasil melupakanmu, kamu malah tak mau membiarkanku pergi?

Semuanya sudah terlambat.

Bab 1

Laras duduk diam di dalam mobilnya. Tatapannya menembus derasnya hujan, terpaku pada pemandangan yang terpampang di depan mata.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta malam itu memukul-mukul kaca depan sedannya. Pandangannya memang mengabur, tetapi tak cukup untuk menyembunyikan pemandangan yang kini tengah mengoyak hatinya.

Tanpa sadar, kedua tangannya mencengkeram setir makin erat hingga buku-buku jarinya memucat.

Di luar restoran mewah itu, suaminya, Satria Wibowo, sedang berciuman panas dengan seorang perempuan muda. Keduanya tampak begitu larut dalam dunia mereka sendiri.

Sempat terlihat perempuan itu seperti kehabisan napas dan mencoba menarik diri, tetapi Satria justru menahan tengkuknya, memperdalam ciuman mereka.

Perempuan itu masih sangat muda. Berbalut blus sifon putih dan celana jin biru muda, wajahnya tampak begitu polos, seperti mahasiswi yang baru saja lulus kuliah.

Saat Satria menelepon tadi, Laras sebenarnya sudah terlelap. Begitu mendengar suaminya terlalu banyak minum setelah makan malam bisnis dan tidak bisa menyetir, Laras langsung menyambar jaket panjangnya tanpa sempat berganti baju tidur, lalu bergegas menyusul.

Perjalanan yang biasanya memakan waktu lima belas menit ia tempuh dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Namun, sesampainya di sana, pemandangan di depan pintu restoran inilah yang menyambutnya.

Laras tidak turun dari mobil. Ia hanya menonton dalam diam sampai rasa sesak membanjiri dadanya, membuatnya sulit bernapas. Barulah setelah itu, dengan tangan gemetar, ia mengambil ponsel dan menghubungi suaminya.

Dari balik kaca mobil, ia melihat Satria mengernyit kesal karena dering telepon yang mengganggu. Pria itu akhirnya melepaskan pelukannya pada si perempuan dan merogoh saku celananya.

"Halo?" Suara pria itu terdengar jelas sedang menahan jengkel.

"Masuk ke mobil," ucap Laras singkat.

Satria terdiam. Sambil masih memegang ponsel, ia menoleh ke arah pinggir jalan. Mata mereka bersirobok menembus kaca mobil. Laras buru-buru membuang muka, seolah sedetik saja ia menatap mata itu lebih lama, pertahanannya akan hancur berantakan.

Semenit kemudian, pintu penumpang terbuka. Satria masuk, membawa serta aroma alkohol yang menyengat memenuhi seisi mobil.

Laras kembali menatap ke luar dan mendapati perempuan tadi sudah menghilang. Ia bahkan tidak menyadari kapan perempuan itu pergi.

"Mau sampai kapan lo ngeliatin gue terus?" Satria mengangkat kelopak matanya sedikit, melirik sinis ke arah Laras.

Tertangkap basah berselingkuh oleh istrinya sendiri, tak ada sedikit pun raut panik atau takut di wajah Satria.

Lebih tepatnya, ia sama sekali tidak menganggap Laras penting untuk dikhawatirkan.

Sikap arogan ini berakar dari satu hal: pria itu kaya raya, sangat kaya raya.

Selama Laras tidak menangis, tidak membuat keributan, dan hanya menuruti apa pun perintahnya, Satria akan memenuhi segala kebutuhan materinya. Semuanya akan diberikan, tentu saja, kecuali cinta dan kasih sayang.

"Aku tahu Mas memang ada main di belakang, tapi aku nggak nyangka seleramu yang seperti ini. Apa Mas sengaja menyuruhku datang ke sini cuma buat memamerkan ini?" Mata Laras memantulkan kesedihan yang tak berujung, menyisakan kehampaan yang perih.

Tatapan Satria begitu dingin dan tajam, penuh dengan rasa muak dan jijik. "Bukan urusan lo. Lo nggak punya hak buat ngatur-ngatur gue. Kenapa? Lo mau gue tidurin sekarang?"

Kata-kata kasar itu meluncur begitu saja dari bibirnya tanpa beban. Laras merasa hatinya seperti disayat sembilu, rasa nyeri yang tumpul menjalar memenuhi dadanya.

Pria itu tidak pernah memperlakukannya layaknya seorang istri; bahkan menyebutnya sebagai "teman tidur" saja rasanya masih terlalu bagus.

Laras menarik napas panjang, menekan dalam-dalam rasa pahit yang mencekik dadanya. Ia tetap diam dan langsung menyalakan mesin mobil.

Namun, pria di kursi penumpang itu kembali memutar pisau yang menancap di hati Laras lewat kalimat berikutnya.

"Gue nggak mau pulang ke rumah. Anterin gue ke Pantai Mutiara."

Pantai Mutiara adalah salah satu kawasan perumahan paling elite di Jakarta, dengan rata-rata harga rumah di sana mencapai ratusan miliar Rupiah.

Laras tahu suaminya memiliki beberapa properti di sana, tetapi pria itu tidak pernah menempatinya. Ia hanya membelinya untuk dibiarkan kosong.

Permintaannya untuk pergi ke Pantai Mutiara malam ini berarti tempat itulah yang kini menjadi "rumah" bagi Satria dan perempuan yang baru saja dilihatnya tadi.

Satria selalu royal kepada perempuan-perempuannya; sangat mungkin rumah mewah itu sudah ia berikan kepadanya.

Selama tiga tahun pernikahan mereka, Satria pulang lima kali dalam sebulan saja sudah bisa dibilang sering. Selama ini Laras selalu mengira suaminya menginap di kantor karena muak melihat wajahnya, atau menyewa kamar hotel bersama perempuan lain. Kini Laras sadar sepenuhnya, bahwa selama ini pria itu ternyata tinggal bersama perempuan tadi di Pantai Mutiara.

Laras mencengkeram kemudi kuat-kuat. Rasa sesak yang membakar menjalar dari dada hingga ke seluruh sarafnya, tetapi ia berusaha keras mempertahankan ketenangannya.

"Ngomong-ngomong, besok malam acara ulang tahun Eyang Putri. Jangan lupa."

Satria menjawab datar, "Aku nggak lupa. Kalau aku nggak bisa datang, kamu pergi sendiri saja. Kamu tahu kan harus bilang apa. Aku sudah belikan kado buat Eyang, sekalian kamu bawa."

"Kamu nggak datang ke ulang tahun Eyangmu sendiri? Apa beliau nggak bakal sedih?" Laras mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

Sorot mata pria itu memancarkan ejekan yang tajam. "Lakukan saja apa yang kusuruh. Kamu mau menceramahiku? Beliau itu Eyangku, bukan Eyangmu. Kalau beliau mau marah, beliau bakal langsung meneleponku. Aku nggak butuh kamu ikut campur."

Laras menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, tak mampu berkata-kata untuk waktu yang lama.

Ya, dia memang sudah kelancangan.

Lima belas menit kemudian, mobil mereka tiba di kawasan elite Bukit Permata. Satria hanya menyuruhnya berhenti di depan gerbang, lalu turun dan melangkah masuk tanpa menoleh sedikit pun.

Laras tidak berlama-lama di sana. Ia langsung memutar balik mobilnya dan pergi.

Setibanya di Pesona Bahari, Laras menjatuhkan dirinya ke atas kasur bak mayat hidup. Tatapannya kosong menembus langit-langit kamar, sebelum akhirnya ia memejamkan mata, membiarkan air matanya jatuh dalam diam.

Keesokan harinya, tepat seperti dugaan Laras, Satria menjadikan pekerjaan sebagai alasan dan menyuruh Laras datang sendirian ke acara perayaan ulang tahun Eyang Putri.

Begitu Nyonya Besar Kusuma mengetahui hal ini, beliau murka besar. Pertama-tama ia menelepon untuk memaki cucunya, lalu ganti menelepon Laras untuk mencercanya habis-habisan.

"Sudah tiga tahun menikah, kamu masih saja nggak becus ngurus suami? Apa saja kerjamu selama ini? Bukannya sudah kuajari? Laki-laki itu memang wajar suka main-main di luar, tapi kamu harus bisa menahannya di ranjang. Masa hal seperti itu saja kamu nggak bisa?"

Wajah Laras perlahan memucat. Ia mengatupkan bibirnya dan berkata lirih, "Maaf, Eyang. Hati Mas Satria memang bukan untuk saya."

Nada suara Nyonya Besar Kusuma terdengar sangat sinis. "Aku tidak peduli hatinya untukmu atau bukan. Kamu sekarang menantu Keluarga Kusuma. Kita tidak bisa membiarkan orang-orang di luar sana bergosip kalau Keluarga Kusuma menelantarkan menantunya, kan? Mau ditaruh di mana muka keluarga ini? Kamu memang pernah menyelamatkan Satria dulu, dan kalau bukan karena mendiang suamiku yang bersikeras menjadikanmu istri Satria, aku tidak akan pernah setuju. Kalau tidak, mana mungkin kalian berdua bisa berakhir seperti ini? Tiga tahun, dan aku bahkan belum menimang cicit satu pun."

Laras tidak membantah. Ia hanya membiarkan Eyang Putri menghinanya dengan berbagai cara, sebelum akhirnya wanita tua itu menutup telepon setelah menyuruh Laras untuk tidak usah datang ke acara ulang tahunnya.

Rentetan pukulan batin ini perlahan meremukkan mental Laras. Ia duduk termangu di sofa, seolah jiwanya baru saja direnggut paksa.

Lima tahun yang lalu, ayah Laras, Pak Teguh Mulyadi, ditipu habis-habisan. Perusahaannya diakuisisi dengan harga sangat murah, dan seluruh Keluarga Mulyadi jatuh bangkrut.

Tak sanggup menanggung syok berat, ayahnya mengalami pendarahan otak dan meninggal dunia seminggu kemudian.

Ibunya, Bu Siska, memilih untuk menikah lagi dengan seorang OKB bernama Rahmat, dan menelantarkan Laras begitu saja.

Namun, masa-masa enak itu tidak berlangsung lama. Rahmat jatuh miskin karena gila judi dan akhirnya dijebloskan ke penjara.

Tiga tahun lalu, saat Siska tahu bahwa Laras menikah dengan Satria Kusuma, wanita itu datang mengemis-ngemis kembali padanya.

Karena ikatan darah dan hatinya yang tidak tegaan, Laras sesekali memberi ibunya uang, membuat Siska bisa hidup lumayan nyaman selama beberapa tahun terakhir.

Satu-satunya masalah adalah ketika Rahmat masuk penjara, pria itu meninggalkan seorang putra dari pernikahan sebelumnya—Bimo, pemuda berandalan tak berguna yang bahkan tidak pernah mengenyam bangku kuliah dan cuma hidup luntang-lantung.

Siska telah menghidupi anak tirinya itu selama bertahun-tahun, dan Laras pun ikut terseret dalam pusaran masalah ini. Karena Laras cantik dan ditelantarkan oleh suaminya sendiri, Bimo jadi sering melecehkannya.

Setelah buru-buru memasak sebungkus mi instan, Laras baru saja hendak beristirahat ketika bel pintu rumahnya berbunyi.

Dengan kening berkerut, ia turun ke lantai bawah dan mengecek layar interkom. Begitu melihat siapa yang berdiri di depan pagar, dadanya langsung terasa sesak.

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

87k Dilihat · Sedang Diperbarui · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Pengantin Mafia-Nya

Pengantin Mafia-Nya

16.4k Dilihat · Selesai · Adaririchichi
Cengkeraman besinya mengikat erat pinggangku dan dia menekanku ke dinding.
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.

Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.


Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.

Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.

Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.

Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.

Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

11.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Rangga Wijaya
Namaku Kevin. Di usia tiga puluh tahun, aku dikaruniai seorang istri yang baik, cantik, dan memesona, terkenal dengan tubuhnya yang menakjubkan, serta keluarga yang bahagia. Penyesalan terbesarku berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang merusak ginjalku dan membuatku menjadi impoten. Meskipun berada di dekat istriku yang menggairahkan dan penuh hasrat, aku merasa tidak mampu mencapai ereksi.

Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.

Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

727 Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

7.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Ayah Presiden, ayo segera

Ayah Presiden, ayo segera

738 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia dikhianati oleh saudara tirinya dan secara tidak sengaja kehilangan dirinya dari seorang pria asing.
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

6.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Pada hari tergelap dalam hidupku, aku bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan di sebuah bar jalanan di Jakarta. Pria itu memiliki otot dada yang sangat menawan untuk disentuh. Kami melewatkan malam penuh gairah yang tak terlupakan, namun itu hanyalah hubungan satu malam, dan aku bahkan tidak tahu namanya.

Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!

Jantungku hampir berhenti berdetak.

Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.

Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.

Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!

Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.

Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Bermain Dengan Api

Bermain Dengan Api

12.6k Dilihat · Selesai · Mariam El-Hafi🔥
Dia menarikku ke depannya, dan aku merasa seperti sedang berhadapan dengan setan sendiri. Dia mendekatkan wajahnya ke arahku, begitu dekat hingga jika aku bergerak sedikit saja, kepala kami akan bertabrakan. Aku menelan ludah saat menatapnya dengan mata terbelalak, takut akan apa yang mungkin dia lakukan.

“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.

Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Perangkap Ace

Perangkap Ace

30.4k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Flavour Its Yours

Flavour Its Yours

852 Dilihat · Selesai · Susan adaline
Perjodohan tak terduga harus dialami oleh Anna. Gadis itu bersedia untuk menikahi cinta pertamanya karena keinginan sang Kakek. . Namun sayangnya, Sean tidak bisa membuka hati untuk siapapun, termasuk Anna. Pernikahan yang mereka jalani hanya Anna lah yang memberikan seluruh hatinya kepada Sean. Meskipun Sean merupakan CEO kaya, muda dan tampan, namun itu tidak membuat Anna bahagia. Gadis itu hanya ingin bisa dicintai oleh suaminya dengan sepenuh hati.
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

7.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"