Sekretaris CEO

Sekretaris CEO

Siti Nadia · Selesai · 540.9k Kata

901
Populer
2.4k
Dilihat
75
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

[WARNING 21+ Novel ini mengandung konten dewasa] Haley tertekan lahir batin karena harus menjadi sekretaris Justin Christopher Lawrence, CEO super sibuk yang berwatak dingin, galak, dan sangat tegas. Karena diberi gaji yang besar, Haley pun tidak mau mundur dan tetap bekerja untuk lelaki beranak satu itu. Tak hanya mengurusi jadwal pekerjaan Justin, Haley juga harus mengurus jadwal kegiatan Lily, putri tunggal Justin yang masih berusia lima tahun. Lily yang selama ini ditinggal pergi oleh ibunya yang selingkuh dengan pria lain, akhirnya menjadi sangat dekat dengan Haley. Hingga suatu hari, tiba-tiba Justin memanggil Haley untuk berkata, “Menikahlah denganku. Aku ingin kau menjadi istriku dan menjadi ibu dari anakku."

Bab 1

Wanita berambut cokelat sepunggung yang memakai gaun biru seatas lutut itu meletakkan gelas wiskinya ke atas meja konter bar dengan agak kasar. Perbuatannya itu berhasil membuat Elanor, sahabatnya yang duduk di sebelah kirinya, tersentak kaget dan langsung menatapnya dengan kening berkerut.

Haley menghela napas panjang, kemudian menatap pramusaji yang berdiri di belakang konter bar, mengisyaratkan pada pramusaji itu untuk menuangkan wiski lagi ke gelasnya.

"Biar aku tebak, kau pasti belum mendapatkan pekerjaan, makanya terlihat sangat muram begini. Benar, kan?" tebak Elanor, yang pada akhirnya membuat Haley hanya bisa menghela napas lagi, meratapi nasibnya sendiri.

"Hei, Haley, bukankah kemarin kau bilang padaku kalau hari ini kau ada jadwal interview?" tanya Elanor. Wanita berambut pendek itu menepuk-nepuk bahu Haley, sebagai upaya untuk sedikit memberi hiburan.

"Ya, memang. Seminggu yang lalu aku dihubungi oleh pihak Lawrence Company, dan siang tadi aku mengikuti interview di sana," ujar Haley.

Elanor manggut-manggut, "Well, that's great! Lawrence Company adalah perusahaan teknologi yang sangat besar dan cukup ternama di negeri ini. Ketika pihak mereka menghubungimu untuk mengikuti proses interview, itu artinya kau memang dianggap memiliki potensi besar. Lalu, setelah tadi siang mengikuti interview di sana, mengapa sekarang kau malah terlihat tertekan seperti ini? Apa mereka langsung menolakmu?”

“Tidak, sih. Jika aku diterima, pihak HRD Lawrence Company akan menghubungiku dan memberi kabar. Tapi jika tidak, ya begitulah...” desis Haley.

“Ya sudah, bersabarlah menunggu kabar dari pihak mereka. Aku yakin, kali ini kau pasti akan berhasil dan bisa mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan,” kata Elanor untuk menyemangati.

Haley menatap Elanor dan tersenyum tipis pada karibnya itu. Elanor adalah putri bungsu dari seorang pemilik hotel bintang lima di New York yang punya cabang di berbagai negara bagian di sekitaran New York. Tidak mengandalkan nama orang tuanya ataupun memanfaatkan harta yang dimiliki keluarganya, Elanor tetap bekerja keras hingga sekarang dia telah berhasil menjadi jurnalis di salah satu stasiun televisi Amerika.

Elanor kerap kali pergi ke luar kota, mendatangi berbagai negara bagian di seluruh Amerika Serikat, bahkan hingga pergi ke luar negeri untuk menjalani tugasnya sebagai seorang jurnalis.

Kalau disuruh untuk jujur, sebenarnya Haley merasa agak iri pada karibnya itu. Mereka sudah berteman dekat sejak masih sekolah, dan saat kuliah pun mereka semakin dekat karena berada di universitas yang sama meski berbeda jurusan, Elanor jurusan Jurnalistik, sedangkan Haley jurusan Bisnis dan Manajemen.

Mereka berdua sama-sama berumur 25 tahun, tapi nasibnya dan nasib Elanor sungguh berbanding terbalik. Pada usia yang memang sudah seharusnya mulai merintis kesuksesan, Haley malah berada di atas batu yang sama dan tidak pernah berpindah posisi sedikitpun sejak tiga tahun yang lalu setelah lulus dari kuliah.

Hingga detik ini, Haley belum memiliki pekerjaan tetap meski pada masa kuliah ia sempat magang di beberapa perusahaan ternama. Hidupnya masih bergantung pada kedua orang tua, bahkan biaya makan dan untuk membayar biaya sewa apartemen pun ia masih mengharap pemberian dari orang tuanya.

Namun, untungnya saja kedua orang tuanya tidak pernah mengeluh ataupun protes, tapi justru selalu merangkul dan mendukung Haley untuk berjuang lebih keras lagi agar segera mendapat pekerjaan yang dia inginkan di kota metropolitan yang cukup keras seperti New York.

Sedangkan Elanor, dia sudah memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang lumayan, ditambah lagi sudah bertunangan dengan seorang pengusaha muda yang tentunya dapat menjanjikan masa depan pernikahan yang cemerlang untuk Elanor.

Akan tetapi, Haley tidak dibutakan oleh rasa cemburu atas kesuksesan Elanor, justru ia merasa sangat kagum dan begitu bangga karena memiliki sahabat sehebat Elanor. Keiriannya pada Elanor sekadar ia jadikan sebagai motivasi untuk terus berjuang mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang dan minatnya.

Jujur saja, mengadu nasib sebagai pengangguran di New York adalah hal yang sangat berat. Ayah dan ibunya adalah bankir investasi di perusahaan yang cukup ternama di Amerika Serikat, dan hal itu jelas dapat mendeskripsikan bahwa tidak sulit bagi mereka untuk memberikan segalanya pada Haley, putri semata wayang mereka.

Akan tetapi, Haley sadar diri bahwa dirinya sudah berusia 25 tahun dan tidak mau terus-menerus menyusahkan kedua orang tuanya. Mau jadi apa ia jika terus menganggur dan hanya bergantung pada kekayaan yang dimiliki ayah dan ibunya? Ia tidak mau hanya duduk diam dan berharap akan ada seorang pria kaya raya yang mendatanginya dan menikahinya.

“Omong-omong, di Lawrence Company, kau melamar di posisi apa?” tanya Elanor.

“Well, di sana sedang membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi kandidat sekretaris CEO dan sekretaris Wakil Direktur. Kalau Tuhan mau memberikan keajaiban, aku harap aku diterima menjadi sekretaris CEO Lawrence Company. Kabulkan doaku, Tuhan!” tutur Haley sambil menatap ke atas dengan wajah memelas, berharap Tuhan mau mengasihaninya.

“Hebat! Aku yakin, kau pasti akan diterima, Haley. Aku percaya padamu,” kata Elanor.

Haley tersenyum padanya, “Terima kasih. Semoga saja.”

Hingga dua jam kemudian, mereka asyik minum-minum dan mengobrol banyak hal. Sudah hampir satu bulan mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Haley sibuk mencari pekerjaan, sementara Elanor sibuk dengan pekerjaannya sebagai jurnalis, sehingga mereka hanya berkomunikasi lewat ponsel.

Hingga ketika malam semakin larut dan Haley sudah menghabiskan hampir enam gelas wiski, Haley merasa kalau tubuhnya sudah mulai goyah terhadap keseimbangan kesadaran dan mulai mabuk.

Elanor berniat mengajak Haley untuk segera pulang sebelum Haley membuat kekacauan di dalam bar, sebab Elanor tahu betul kalau Haley akan bertingkah ‘gila’ saat sedang mabuk.

Namun, kandung kemih Haley keburu penuh dan membuatnya butuh pergi ke toilet dulu sebelum pulang.

Jadilah akhirnya, Haley pun turun dari kursinya dan berjalan melewati keramaian yang terjalin di seluruh penjuru bar, mengingat waktu tengah malam hampir tiba.

“Haley! Toiletnya bukan di sana!” Elanor berteriak ketika melihat Haley berjalan ke arah barat, yang mana Haley baru sadar kalau itu adalah arah menuju pintu keluar. Suara Elanor yang berteriak pada Haley seolah berusaha mengalahkan alunan musik di dalam bar yang menggema cukup keras.

Meski sudah sedikit lunglai karena pengaruh alkohol yang sejak tadi ia minum, tapi Haley masih bisa mendengar suara karibnya itu. Maka, ia pun memutar langkahnya dan berjalan ke arah timur seperti yang diberitahu Elanor.

Langkahnya terhenti ketika ia melewati sebuah meja yang terletak di sudut bar. Karena pandangannya sudah sedikit mengabur, ia memicingkan kedua matanya saat melihat ada sesuatu yang sangat menarik di sana.

Haley sendiri harus mengakui bahwa kalau sedang mabuk, ia kerap kali kehilangan akal. Ia akan melakukan apapun, bertingkah sesuka hati, dan tidak tahu malu. Memang tidak salah jika Elanor kerap menyebut Haley ‘gila’ jika sedang mabuk.

Jadi, ketika ia merasa tertarik pada seorang pria tampan berdasi merah dan berperawakan maskulin yang sedang duduk sendirian di meja tersebut, Haley yang sudah mulai mabuk pun merasa tergoda, dan jiwa gatalnya meronta-ronta. Kandung kemihnya mendadak kosong, seolah ada penyedot air yang sudah mengosongkannya sehingga ia tidak lagi ingin kencing.

Akhirnya, dalam kondisi setengah mabuk, Haley mendatangi meja itu dan menghampiri pria berdasi merah yang sedang menenggak vodka di sana.

“Hei,” panggil Haley.

Pria itu menenggak vodkanya dengan gelas shot, lalu menatap Haley dengan kedua alis terangkat.

“You want another shot?” Haley bertanya padanya, mencoba untuk menggodanya.

Pria itu terdiam. Kedua mata birunya yang tajam bak elang itu menatap Haley dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sesaat kemudian, sembari memandangi gelas shot yang masih dia pegang, dia membalas ucapan Haley, “What kind of shot?”

“Love shot!” seru Haley sambil memberikan tanda hati dengan kedua tangannya.

Pria itu bergeming, menatap Haley dengan tatapan tajam dan dingin. Sementara itu, Haley yang memang sudah menggila, tertawa terbahak-bahak dan tidak malu sama sekali di hadapan pria tampan tersebut.

“That was nice,” kata pria itu dengan wajah tanpa ekspresi, “Siapa namamu?”

Dengan girang, Haley menjulurkan tangan kanannya, mengajak pria itu untuk berjabat, “Haley.”

Pria berparas dingin itu menatap uluran tangan Haley. Dia tidak menyambut tangan gadis itu untuk berjabat, tapi justru hanya menatapnya saja.

“Koreksi jika aku salah, Nona Haley,” kata pria tersebut.

Haley terdiam menatap pria itu dengan kedua matanya yang mengerjap beberapa kali.

“Kau Haley Gwendelyn Walter, salah satu kandidat yang melamar menjadi sekretaris CEO di Lawrence Company. Benar, bukan?”

“Y-ya, benar,” jawab Haley dengan terbata, “Bagaimana kau bisa tahu?”

Pria itu mengeluarkan secarik kartu nama berwarna hitam dari saku jasnya, kemudian memberikannya pada Haley.

Haley pun menerima kartu nama tersebut dan mulai membacanya. Betapa terkejutnya ia ketika melihat di sana tertulis JUSTIN CHRISTOPHER LAWRENCE sebagai FOUNDER & CEO.

"Aku Justin Lawrence, CEO dari Lawrence Company," kata pria itu.

Haley hanya diam karena masih terkejut.

“Well, karena kebetulan aku bertemu denganmu di sini, lebih baik aku saja yang langsung memberitahumu agar pihak HRD tidak perlu menghubungimu lagi.”

Haley terdiam menatap pria bernama Justin itu sambil mengatup bibirnya rapat-rapat.

“Mulai hari Senin, kau sudah harus datang ke kantor dan bekerja untukku.”


Bersambung.....

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Bermain Dengan Api

Bermain Dengan Api

13.8k Dilihat · Selesai · Mariam El-Hafi🔥
Dia menarikku ke depannya, dan aku merasa seperti sedang berhadapan dengan setan sendiri. Dia mendekatkan wajahnya ke arahku, begitu dekat hingga jika aku bergerak sedikit saja, kepala kami akan bertabrakan. Aku menelan ludah saat menatapnya dengan mata terbelalak, takut akan apa yang mungkin dia lakukan.

“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.

Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

1.6k Dilihat · Selesai · Miss Yulie 2
Mentari si pengantin dadakan. Terpaksa menggantikan posisi Kakak kembarnya, Samantha yang hilang di hari pernikahan. Namun, menjadi pengantin dadakan tak cukup menyelesaikan masalah. Tidak ada cinta, tidak ada perlakuan istimewa. Hanya cemoohan dan hal menyakitkan yang Mentari dapat.

Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

10k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER

KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER

2.5k Dilihat · Selesai · Avaya0627
Empat tahun menjalani pernikahan, tak disangka wanita cantik bernama Miselia Saputro digugat cerai oleh suaminya, seorang CEO dari Atmadja Company, tepat di malam ulang tahun pernikahan mereka. Alasan perceraian dikarenakan Miselia yang tidak bisa memberikan anak lagi untuk suaminya. Suaminya, Evan sedang menjalin hubungan asmara lagi dengan mantan kekasihnya.
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

8.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Foxy Wife

Foxy Wife

597 Dilihat · Selesai · Raein23
Deby, nama perempuan yang rela memberikan seluruh hidup ke orang yang tak ia kenal demi pembalasan dendam atas kematian keluarganya.

Cinta bukanlah perioritas hidup Deby. Satu hal yang ditekankan, ia bukan perempuan nakal, orang terjepit hidup ataupun menjual diri.

Hanya melihat 'peruntungan' hubungan bersama seorang presdir Alzero Corp. Terikat penuh ke balas dendam.

Hidup sederhana cukup, Deby tak mengharapkan hal lain.

Menjadi istri diatas kertas adalah sebab ia mau. Sementara licik, licin dan perempuan ular bukanlah pilihan terakhir.

Deby sendiri yang memposisikan diri sendiri. So..., hit with that do. Done.

Zenit Alzero pun bukan orang yang terjebak, ia yang menawarkan. Tak ada dusta antara mereka.

Deby seorang anak dari mafia yang punya dendam ke keluarga Arnais, sepupu Zenit Alzero. Deby menikah ke Zen adalah untuk akses balas dendamnya.

Bagaimana jadinya Devil bertemu evil?

Akankah hubungan mereka berjalan baik?

Semua adalah kisah cinta dan balas dendam. bisakah cinta sejati mempersatukan mereka?
Perangkap Ace

Perangkap Ace

31.4k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Pelacur Kakakku

Pelacur Kakakku

12.7k Dilihat · Selesai · Melody Raine
"Ucapin, Payton! Minta aku buat kamu klimaks dan kamu akan klimaks seperti belum pernah sebelumnya." Dia berjanji padaku. Saat dia mengatakannya, jarinya menelusuri segitiga kecil celana dalamku.
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

9.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Lahir Kembali Dengan Tangan Master

Lahir Kembali Dengan Tangan Master

1.2k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Xiao Yi, yang aslinya adalah master alkimia dari Sekolah Xuanyi, meninggal secara tak terduga dan dirasuki oleh seorang pemuda terpencil di Kota Haicheng. Ia terlahir kembali di museum pengobatan Tiongkok. Keterampilan akupunktur empat-xiang yang telah lama hilang muncul kembali, dan berbagai obat mujarab muncul kembali mengejutkan dunia. Grandmaster senang bisa pergi ke kota, kembali ke puncak masa lalu!
Flavour Its Yours

Flavour Its Yours

1.3k Dilihat · Selesai · Susan adaline
Perjodohan tak terduga harus dialami oleh Anna. Gadis itu bersedia untuk menikahi cinta pertamanya karena keinginan sang Kakek. . Namun sayangnya, Sean tidak bisa membuka hati untuk siapapun, termasuk Anna. Pernikahan yang mereka jalani hanya Anna lah yang memberikan seluruh hatinya kepada Sean. Meskipun Sean merupakan CEO kaya, muda dan tampan, namun itu tidak membuat Anna bahagia. Gadis itu hanya ingin bisa dicintai oleh suaminya dengan sepenuh hati.
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

1k Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?